Hai, Cantik!

Saya punya teman yang dia katakan dirinya pandai meramal. Bukan meramal ala mama lauren beneran, sebenarnya dia itu cuma pandai menebak-nebak. Tentunya setiap tebakan dia kaitkan dengan informasi yang ia dapat. Jadilah dia suka menganalisis seseorang. Okelah, saya nggak ngomong dia peramal, tapi analis. Lalu apa hubungannya dengan judul tulisan ini? Dia jadi peramal atau analis, nggak ada hubungannya kok dengan cantik ato nggak cantik. Masa saya mau bilang orang cantik adalah orang yang pandai menganalisis? Ya nggak geto juga kalee.

Teman saya satu itu juga suka menilai orang, cantik-nggak-nya. Dia sih nggak pernah ngomentarin orang lain jelek ato biasa-biasa aja, tapi kalo ketemu yang cantik versi dia, pasti dia heboh (lebay) bilang akhwat yang itu cantik!

Teman saya yang lain lagi, dia punya empat list akhwat yang seandainya teman saya itu jadi ikhwan, dia pingin menikahi keempatnya. Saya pernah nanya ke dia, tapi lupa jawaban dia apa. Yang jelas bukan karena dia lesbi. Na’udzubillah. Oya saya jadi inget pernah baca tulisan yang intinya kayak teman saya yang ini. Dia ngelihat akhwat yang menurut dia cantik, trus saking subhanallah-nya, pingin kali jadi kaya akhwat yang itu. Tapiii, cantik yang seperti apa nih??? That’s the point! Baca lebih lanjut

Iklan