Sebuah Pemberian Sederhana

Siang tadi saya mendapat hadiah kecil dari seorang sahabat. Saya memanggil gadis misterius itu satu cahaya. Misterius karena kadang saya tak bisa menebak jalan pikirannya. Dia paling tidak suka identitasnya diketahui orang lain, apalagi khalayak.

Hampir tidak saya sadari ada “barang” baru di dalam lemari jika dia tak bilang. Warnanya hampir hampir transparan, pantas saja hampir tak terlihat. Stofmap plastik biasa, warnanya putih agak transparan, di salah satu sisinya penuh motif tulisan “don’t worry be happy”.

Ada sobekan kertas bergambar panda. Tertulis disana;

To: mawar merah

Keterlambatan bukan berarti tidak ada kesempatan lagi. Anggap saja ini hadiah ultah plus penyemangat untuk segera membuat sesuatu apapun itu.

By: panda lara yang bercahaya

Saya tidak sedang ulang tahun sebetulnya. Tapi agaknya dia tau kegelisahan saya akhir akhir ini, dan memberikan pesan itu. Saya sedang tak ingin banyak berkata kata lagi. Kalimatnya mengandung banyak makna yang tak cukup ditulis dengan deret kata. Terimakasih. Terimakasih. 🙂

Iff_ January 07, 2014

Iklan

Sepanjang Perjalanan With Za::

Kau tau za..ada banyak hal yang kudapat sepanjang perjalanan denganmu. Jazakillah khoir.
1. ” Kalo hijrahnya rasul dan shahabat dulu, mereka harus milih: jalan atau tidur. Sekarang kita bisa dua-duanya. Kita bisa tidur di perjalanan. Kenapa masih saja mengeluh?”
2. Sahabat kita di belakang sedang hafalan, kalau tidak pasti dia membaca. Sampai bawa buku ushul fiqih yang tebal itu. Bahkan dia ingin meminta kepada supir untuk tidak mematikan lampunya malam hari.
3. “Iya sih kita itu memang pergi buat muktamar khilafah, tapi gimana ya biar perjalanan kita itu juga selalu bernilai ibadah? Meskipun hanya dzikir, kok kadang masih sulit?”
4. “Adik kelasku itu udah mutusin pacarnya, padahal aku baru ngomong dikit. Bearti bener tu ya, kekuatan aqidah dan pemikiran itu bisa ngerubah orang dengan mudah.”
5. “Lahan pertanian kosong di sepanjang jalur tol, wah itu semua bisa jadi duit kalo pemerintah mau ngelola” (maklum, calon sarjana pertanian)
6. “Kalo lahan dengan kemiringan lebih dari empat puluh lima derajat, tanamannya harus yang tahunan, biar akarnya kuat” (lagi lagi, otak pertanian)
7. “Aku mau buat skripsi,bukan yang Baca lebih lanjut

Surat Buat Ni-Nu

Surat Buat Ninu
Assalamu’alaikum wr.wb.
Hai NINU. Kau tau, dari setahunan yang lalu aku udah pingin bikin surat buat kamu. Hehe. Yah, seperti yang kamu tau, aku suka nulis surat buat anak-anak juga. Setahunan yang lalu itu aku udah nyiapin kertas binder warna ungu gambar gadis jepang kartun. Cakep deh kertasnya. Tapi aku ngga sempet nulis sampe ngga tau sekarang tu kertas kemana.
Pertamanya, selamat hari lahir yaa. Tak ada tradisi ulang tahun yang aneh aneh, hanya mengingat hari dimana Allah berkehendak kita lahir dari rahim ummi kita dan menangis. Menangis karena bahagia bertemu dengan ibu, wanita terbaik dan terkuat. Menangis karena di depan sana dunia terkadang akan Baca lebih lanjut

Akankah Engkau Kembali?

Rangkaian kata-kata puitis ilmiahmu dengan ringan keluar dalam setiap rentet penjelasanmu yang gamblang. Aku tertegun. Baru kali ini aku menemukan keindahan intelektualitas seorang guru, pembimbing, pengarah. Memadukan antara cantiknya sastra dengan bahasa ilmiah dan referensi serta kevalidan data. Lagi, aku tertegun tanpa sedetikpun kugeser bola mataku pada sesuatu yang lain. Andai aku sempat menulis semuanya, apa yang engkau ucap. Begitu rupawan, seperti dirimu. Meski tanpa ekspresi, meski miskin gerak. Engkau beri aku pembuktian ilmu dan tsaqafahmu yang mengakar di otakmu.
—–
Anganmu, angan kita. Hendak menjadikan segalanya sempurna. Tapi nampaknya kita lupa, bahwa dalam diri ini masih ada bekas hitam pendidikan sistem kapitalis. Karenanya mungkin kita tak bisa sesempurna itu, tapi kewajiban kita adalah memastikan generasi berikutnya mendapatkan jaminan kehidupan yang lebih baik, tidak seperti hidup kita saat ini.

Jika aku mampu aku ingin bertanya, sudahkah kau temukan pengganti? Tempat baru dimana engkau dapat berkontribusi dalam gerak dakwah jamaah? Dengan ketidaksempurnaan, aku akan terus tergopoh menyongsong cahaya. Aku memilih mengetahui banyak hal meski sedikit demi sedikit. Aku memilih melakukan berbagai rangkaian paralel, bukan rangkaian seri. 

Dengan ketidaksempurnaan diri, aku yakin islam yang kubawa ini sempurna. Aku bertekad terus mengembannya hingga lusa, hingga selamanya, dengan jamaah ini.

Akankah engkau kembali, Teh?

Kalo Cowo-Cewe sohiban

Kalo Cowok ama Cewek Sohiban…
Posted in Buletin GAUL Islam, Tahun II/2008-2009 by Ahmad Jibraan on the April 13th, 2009

edisi 077/tahun ke-2 (17 Rabiul Akhir 1430 H/13 April 2009)

Senang deh rasanya kalau hidup kita dikelilingi banyak teman. Kita yang diciptain Allah Swt. sebagai manusia, yang makhluk sosial, pasti bakal jadi lonely kalau nggak ada orang yang mau nemenin perjalanan hidup kita, dengan segala suka dan dukanya, dengan semua cerita dan pengalamannya.
Kalau punya teman kan jadi ada orang yang bisa kita curhatin. Kita bisa cerita ke mereka apa yang kita rasain, yang kita pikirin. Dan sebaliknya, kita juga mesti siap untuk dijadiin tempat curhat mereka.
Untuk bisa dapet temen yang sehati dan sevisi emang nggak gampang. Pastinya nih kita kudu ngelakuin “audisi” dulu untuk bisa sampe dapet sohib yang terbaik buat kita. Kita kudu punya standar valid untuk sohib terbaik. Apa aja sih?

Pertama, mau saling menasihati dan membantu dalam kebenaran.
Bahasa kerennya sih mau ber-’amar ma’ruf nahi munkar, dan yang jelas benar atau salahnya didasarkan pada ketentuan Allah Ta’ala semata. Nyari sohib yang tipe begini jaman sekarang susah-susah gampang. Yang ada Baca lebih lanjut