Ketika Dakwah mengajariku..

Ketika Dakwah Mengajariku

@sebutir_Pasir

 

Ketika dulu aku tak mengerti siapa dan untuk siapa aku ada…

Dakwah mengajariku menjadi seseorang yang hidup untuk yang lain..

Ketika dulu aku merasa lemah pada hidupku..

Dakwah mengajariku bagaimana berjuang hingga menjadikanku sosok yang kuat..

Ketika dulu aku selalu menggugat Allah atas takdirnya..

Dakwah mengajariku menjadi hamba yang ikhlas thd ketentuanNya..

Ketika dulu aku selalu tergesa mengejar apa yang ku mau..

Dakwah mengajariku tentang ketekunan dan kesabaran menantikemenangan..

Ketika dulu aku hanya bermimpi kecil dan berpikir apa adanya..

Dakwah mengajariku mengajariku untuk berani bermimpi besar dan membuat cita sebanyak mungkin..

Ketika dulu aku hanya hidup untuk diri sendiri..

Dakwah mengajariku untuk bisa peduli dan peka pada keadaan orang lain

Ketika dulu aku tak bisa menerima keburukan orang lain atasku..

Dakwah mengajariku untuk membalas keburukan dengan kebaikan..

Ketika dulu aku merasa tak punya siapapun yang menolongku..

Dakwah mengajariku tentang keyakinan bahwa Allah itu akan selalu ada untuk hambaNya..

Ketika dulu aku tak bisa menyentuh hati manusia

Dakwah mengajariku tentang bahasa hati..

ya.. dakwah mengajariku banyak hal..

Dakwah telah menempaku menjadi sosok yang lebih berarti untuk hidup yang hanya sekali..

Dakwah mengajariku tentang cinta sejati..

Dakwah mengajariku tentang kekuatan agar aku tak menjadi manusia yang mudah menyerah..

Dakwah mengajariku menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin..

Dakwah mengajariku tentang sebuah keikhlasan..

Dakwah mengajariku agar senyumku selalu tersebar dimana saja..

meski hatiku sedang mendung..

Dan dakwah telah mengajariku bagaimana menjadikan dunia ini ada dalam genggaman tanganku.. bukan pada hatiku..

Hingga ketika Allah memberiku kesedihan.. aku tahu bagaimana caranya tersenyum lagi..

kafilah-dakwah1

Iklan

Pasir Putih dan Pesonanya

Sudah lama, sejak awal tahun 2012 saya pingin berkunjung ke salah satu pantai pasir putih di gunung kidul. Pasti, browsing dulu. salah satu pantai yang bikin saya kepincut, pantai Sundak. seperti ini foto pantainya yang saya dapat dari salah satu situs wisata yogyakarta.

Image

dan.. akhirnya, pada pertengahan Juli 2012 saya bisa menemuinya..

Image

kok beda ya? langit dan lautnya tak sebiru dan tak seindah dahulu.. cie. but, noprob lah. kite lah jaohjaoh kemarii, itu mungkin kata nafsiah.

Jadi ceritanya, kami emang pingin ngerefresh pikiran yang penat. Seperti yang pernah saya katakan, obat futur itu di antaranya ada tiga: baca buku, berinteraksi, dan tadabbur alam.

Yah, pas ngobrol2 di tempat PKL-an, ternyata  ibu bos dan mbak2nya yang disana cerita kalau mereka pernah ke pantai di Gunung Kidul pas tahun baru. hmm, ini termasuk manajemen reward buat para pegawai. Nah, mereka bilang perjalanannya hanya satu setengah jam sampe dua jam. Oke, sepulang PKL, kami langsung merancang semuanya, termasuk mengajak teman-teman yang lain. Ah, sayang mereka ngga bisa ikut, tapi kami tetap maju. Awalnya, yasudahlah, mastato’tu, semampunya aja, kalau setengah jalan udah kelenger ya pulang.

Kami berdua berangkat naik motor, sekitar pukul enam pagi. Jalanan Gunung Kidul memang sarat dengan tikungan, itulah serunya. Tak terasa pukul tujuh lebih kami sudah memasuki kota wonosari. Kami mampir toko sebentar, sambil ganti menyetir, lalu berangkat lagi. Setiap orang yang kami tanyai pasti tau dimana letak pantai. Bahkan ada bapak-bapak yang langsung berkata, “Pantai ke kiri mbak”, padahal kami baru berhenti di hadapannya belum bertanya. Ada bapak-bapak lain yang bilang, “Pantai sekitar 7 km lagi mbak”. Wah, kami semakin semangat. Anehnya, kami berjalan lebih dari 10km, tapi tak nampak Baca lebih lanjut

tanyakan pada yang terhimpit waktu

Sakit.

Iri.

Kami hanya iri melihat kalian para pemilik waktu-waktu luang. Kalian bisa memiliki waktu-waktu lapang. Harusnya kalian bersyukur. Lihatlah kami, waktu begitu jahat pada kami. Kami tak ada waktu lebih untuk belajar dan membaca, memantau berita, berdiskusi di facebook, tak banyak waktu untuk hafalan, bersusah payah berkorban demi kajian dan koordinasi di selasela waktu yang hampir tak bersisa, nyaris tak ada waktu untuk berdakwah membuat tulisan.

Kami hanya iri terhadap kalian. Kalian bisa banyak menghafal, membaca buku dan berita, menulis. Semua itu untuk upgrading diri. Kalian bisa pergi ngaji dengan persiapan yang optimal karena kalian punya banyak waktu. Kalian bisa dengan mudah janjian bertemu dengan obyek dakwah kalian.

Sedangkan kami? Baca lebih lanjut