18092012: Refleksi Dua Tahun

Dia bukan lagi anak delapan belas tahun yang menangisi keluarganya pergi, dua tahun yang lalu.
Dia bukan lagi anak lulus SMA yang menangisi keterpisahan dengan orang terdekatnya, dua tahun yang lalu.
Ternyata, waktu dua tahun itu cukup mengubah banyak hal darinya.
Waktu dua tahun itu cukup menyembuhkannya dari luka batin ulahnya sendiri.
Waktu dua tahun cukup membentuknya menjadi sosok yang cukup berbeda.
Dia tak berkata ‘sedikit’ atau ‘banyak’. Dia mensyukuri kondisinya sekarang, tapi tetap selalu berharap peningkatan levelnya terus berlanjut.
syukur.. Alhamdulillah.
Setiap level yang dia tempuh memiliki job dan tantangan masing-masing. Seiring waktu, dia baru benar-benar menyadari bahwa masalah-masalah akan mendewasakan seseorang. Tapi virus badmood masih sering mengganggunya. Dia katakan pada dirinya sendiri, Baca lebih lanjut

Iklan