Islam itu Jalan hidup yang sesungguhnya

Islam itu jalan hidup yang sesungguhnya

 

Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu. (al hijr: 92-93)

Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (an-nuur: 24)

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (yaasin: 65)

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun.” (al-kahfi: 49)

Dan jatuhlah perkataan (azab) atas mereka disebabkan kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata (apa-apa). (an-naml: 85)

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (al-israa’: 36)

Demikian beberapa dalil yang menunjukkan bahwa:

Ajaran islam bukan sekedar memerintahkan sesuatu untuk dikerjakan atau ditinggalkan, sehingga manusia bebas melakukan yang tidak dilarang dan tidak diperintahkan. Aneh jika dikatakan, “Lho kan nggak ada larangan pacaran” “Nggak ada larangan pakai demokrasi” “Nggak ada perintah suruh mendirikan Negara khilafah” “Nggak ada kewajiban pakai kaos kaki” dst. “Dalam islam nggak ada aturan tentang ini, bearti boleh”. Pertanyaannya apa iya, islam luput mengatur tentang suatu hal? Apa iya islam tidak punya aturan tentang itu? Apa iya islam selalu membolehkan perbuatan-perbuatan yang tidak diatur dan tidak dilarang?

Rupanya, dalam islam dibedakan antara kaidah benda dan kaidah perbuatan.

Untuk benda, hukum dasarnya adalah mubah. Al ashlu fil asy-yaa al ibahah, hukum asal benda adalah mubah atau boleh kecuali ada yang menjadikannya haram. Sedangkan untuk perbuatan, kaidahnya tidak  begitu. Al ashlu fil af’al taqayyud bi hukmi syar’I, hukum asal perbuatan adalah terikat dengan hukum syara’.

Hal ini dikuatkan dengan dalil-dalil di atas, bahwa Allah akan meminta pertanggungjawaban atas semua perbuatan manusia di muka bumi, bahkan seluruh anggota tubuh kita akan menjadi saksi pada hari penghisaban kelak. Di padang mahsyar, kita akan diberi suatu kitab yang tidak melupakan setiap inci hal yang kita perbuat, kitab yang mengkalkulasi seluruh amal perbuatan manusia. Sedangkan Allah tidak akan mendzolimi siapapun, amal shalih sekecil apapun akan tercatat, maksiyat seujung kuku pun akan tercatat. Kelak, jika ketetapan hukum diperoleh orang-orang yang melakukan perbuatan dzalim, maka orang-orang itu sama sekali tidak akan pernah protes dan tak kuasa membantah.

Artinya, setiap mukmin itu patutnya menjadikan islam sebagai jalan hidup yang sesungguhnya. Yakni senantiasa berpegangteguh pada islam dalam berfikir dan bertindak. Bukan asal melakukan amal karena menganggap boleh, padahal belum tau benar-benar boleh atau tidak menurut islam. Karena setiap amal dicatat, akan ditanya, akan dimintai pertanggungjawaban.

Kalau begitu, sebagaimana al israa ayat 36, semua amal manusia itu harus dijalankan dengan ilmu. Hendknya kita cari dulu ilmunya sebelum beramal. Yaitu ilmu islam, hukum islam, syariat Allah. Boleh atau tidaknya dalam islam.

#islam as the w a y of l i f e

Catatan Ma’had 13 Mei 2013

Kau membuatku..

Aku tak pernah sepusing ini sebelumnya. Hanya karena memikirkanmu. Betapa pagi ini aku benar-benar telah kau buat tak berdaya apa-apa. Otakku berputar, tapi tak kutemukan gayung bersambut dari file yang tersimpan di dalamnya. Aku memang belum banyak mengenalmu. Aku tak banyak menyimpan memori dan informasi tentang dirimu. Tapi rasa cintaku padamu akan selalu kupupuk dan kurawat. Meski seperti pagi ini, kau membuat kepalaku pusing, mataku pedih, perut laparku semakin melilit, bahkan langkahku terhuyung-huyung kemudian.

Aku tau, cinta saja tidak cukup untuk menjadikan aku mudah memahamimu. Membutuhkan kesabaran, membutuhkan keberlangsungan rutin yang berlanjut, membutuhkan tekad kuat untuk menghafali ciri-ciri dan kebiasaanmu. Tapi cintaku bukan cinta buta. Bukan cinta sekedar eksistensi dan kebanggaan memilikimu. Bukan sekedar karena keinginanku berkeliling menjelajah di belahan bumi yang memiliki jiwamu.

Aku berusaha mencintaimu, karenaNYA. Karena setiap muslim wajib mempelajarimu demi memahami kitab dan sunnah. Setiap muslim wajib mencintaimu agar tak tersesat dalam memahami firman dan petunjuk dari pencipta alam.

#Oh, bahasa arab.