Pengantar BUKU : Jalan Baru Intelektual Muslimah (Visi Pembebas Generasi)

 Image

Semua bangsa tentu mendambakan lahirnya generasi berkualitas demi kejayaan peradaban mereka. Mereka tentu mengupayakan lahirnya generasi berkualitas, generasi  yang tidak hanya memiliki keahlian, melainkan juga memiliki kepribadian istimewa yang ditunjukkan oleh integritas pada nilai-nilai kebenaran. Kepribadian yang merupakan perwujudan pola pikir dan pola sikap yang benar dan luhur. Generasi berkualitas  akan membawa negaranya menjadi negara besar, kuat, dan terdepan. Generasi yang tidak akan menggadaikan negerinya diperas dan dijajah oleh penjajah asing demi untuk memperkaya diri, keluarga, atau kelompoknya. Sebaliknya, akan berani dan rela berkorban untuk melindungi negerinya dari cengkraman penjajahan dalam bentuk apapun. 

Buku yang ada di tangan pembaca saat ini ditulis di tengah keprihatinan terhadap kondisi generasi muda di Indonesia, negeri dengan penduduk mayoritas muslim. Namun ajaran Islam yang luhur tidak terlihat membentuk peradaban  bangsa ini. Yang lebih memprihatinkan, generasi mudanya pun ternyata mempertahankan budaya yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur ajaran Islam. Baca lebih lanjut

Iklan

ORASI: Khilafah Islam Adalah Arus Perjuangan Intelektual

Berikut teks orasi perwakilan dari BEM STEI HAMFARA, yang menjadi salah satu orator undangan dalam acara ORASI PERADABAN ISLAM #4 yang digelar 17 Juni 2012 lalu oleh muslimah hizbut tahrir di halaman utara maskam UGM.

—-

Salam perjuangan wahai kaum muslimah sadar yang peduli,

salam perjuangan wahai pencetak generasi cemerlang,

wahai aktivis muslimah, para pemikir,

para pemberi sumbangsih dalam pertarungan memenangkan islam agar merajai dunia kembali,

yang rela mengorbankan waktu, mengorbankan harta bahkan nyawa sekalipun,

wahai para calon penghuni surga,

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.

Mahasiswi dan intelektual muslimah rahimakumullah..

Setiap bangsa tentu menginginkan lahirnya generasi berkualitas yaitu generasi cemerlang, bukan generasi pragmatis. bukan generasi bebek, bukan generasi copas, bukan generasi plagiat.

Namun yang terjadi generasi kita suka mengekor barat, senang meniru budaya lain, generasi ini dicap tak punya prinsip.Lalu relakah Anda mendapat julukan seperti itu? Relakah Anda menjadi bagian dari generasi pragmatis? Yang hedonis, materialistis, individualis dan apatis. Rela tidak? Baca lebih lanjut