Ketika Dakwah mengajariku..

Ketika Dakwah Mengajariku

@sebutir_Pasir

 

Ketika dulu aku tak mengerti siapa dan untuk siapa aku ada…

Dakwah mengajariku menjadi seseorang yang hidup untuk yang lain..

Ketika dulu aku merasa lemah pada hidupku..

Dakwah mengajariku bagaimana berjuang hingga menjadikanku sosok yang kuat..

Ketika dulu aku selalu menggugat Allah atas takdirnya..

Dakwah mengajariku menjadi hamba yang ikhlas thd ketentuanNya..

Ketika dulu aku selalu tergesa mengejar apa yang ku mau..

Dakwah mengajariku tentang ketekunan dan kesabaran menantikemenangan..

Ketika dulu aku hanya bermimpi kecil dan berpikir apa adanya..

Dakwah mengajariku mengajariku untuk berani bermimpi besar dan membuat cita sebanyak mungkin..

Ketika dulu aku hanya hidup untuk diri sendiri..

Dakwah mengajariku untuk bisa peduli dan peka pada keadaan orang lain

Ketika dulu aku tak bisa menerima keburukan orang lain atasku..

Dakwah mengajariku untuk membalas keburukan dengan kebaikan..

Ketika dulu aku merasa tak punya siapapun yang menolongku..

Dakwah mengajariku tentang keyakinan bahwa Allah itu akan selalu ada untuk hambaNya..

Ketika dulu aku tak bisa menyentuh hati manusia

Dakwah mengajariku tentang bahasa hati..

ya.. dakwah mengajariku banyak hal..

Dakwah telah menempaku menjadi sosok yang lebih berarti untuk hidup yang hanya sekali..

Dakwah mengajariku tentang cinta sejati..

Dakwah mengajariku tentang kekuatan agar aku tak menjadi manusia yang mudah menyerah..

Dakwah mengajariku menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin..

Dakwah mengajariku tentang sebuah keikhlasan..

Dakwah mengajariku agar senyumku selalu tersebar dimana saja..

meski hatiku sedang mendung..

Dan dakwah telah mengajariku bagaimana menjadikan dunia ini ada dalam genggaman tanganku.. bukan pada hatiku..

Hingga ketika Allah memberiku kesedihan.. aku tahu bagaimana caranya tersenyum lagi..

kafilah-dakwah1

Iklan

The Cangkringan

Image

 

DSC02381

Adaptasi Cuaca
Jaket, kaoskaki, kaos tangan, selimut. Jadi kostum yang wajib dipakai untuk tidur malam. Super dingiiiin. Asli. Heran ada yang betah selama satu bulan Cuma berselimutkan kain sarung. Tapi ternyata suatu kali ketika temannya sedang tidak tidur di posko, ia pinjam badcovernya dan saat itulah ia merasa betapa hangatnya dunia.
Brr. Saat dingin begitu yang seru adalah ketika kamu jalan pagi menyapa warga lalu nafasmu berasap, persis seperti di film film korea.
Terakhir kami katakan dapur itu kulkas dan kamar mandi freezernya. Jadi plis, kami mohon dengan sangat kalo habis dari dua tempat itu langsung ditutup lagi pintunya ya.

IMG-20130731-WA0004

Image

Our life is dakwah, so KKN is dakwah and cangkringan is dakwah.
Kami semua adalah calon pakar ekonomi syariah. Tapi KKN kami tentu tak lepas dari dakwah. Dakwah adalah pusat gravitasi hidup. Selain mencoba menyelesaikan permasalahan ekonomi yang ada, kami juga melakukan berbagai pendekatan kepada semua lapisan masyarakat. Variasi kegiatan kami seperti bekam massal, pengajian ramadhan, pawai obor menyambut ramadhan, mengajar 10 TPA se-desa, pengajian ekonomi islam, pelatihan masak, pelatihan sablon, training remaja, training kader TPA, pelatihan pembukuan sederhana dan e-commerce, festival kali jilbab, bazaar sembako, festival anak sholeh, dan acara pengajian unik: Angkringan dakwah, yang diplesetkan menjadi Cangkringan Dakwah karena berlokasi di Cangkringan.

Infishal kelompoknya, d’first generation.
Untuk pertama kalinya di hamfara, tim KKN ikhwan terpisah dari tim KKN akhwat. Jadi dalam satu dusun hanya ada satu kelompok ikhwan atau satu kelompok akhwat saja. Atau mungkin bahkan konsep KKN seperti ini hanya satu-satunya yang pernah ada di dunia. (lebay). Ribet sepertinya? Ya. Agaknya. Karena masyarakat itu beragam dan tidak bisa kita hanya membuat program untuk ibu-ibu saja atau bapak-bapak saja. Tetapi untuk berbagai kegiatan taawun antar kelompok bisa terjalin. Konflik tentu ada dan wajar. Tapi alhamdulillah, bisa berakhir bahagia dan selalu di dalam karuniaNya. *eh kok kayak lagu

Image

Image

Image

TPA..oh TPA
Ini mungkin yang paling ngangenin selama KKN. Ketemu dengan anak-anak yang macem macem tingkah polahnya. Usai beraktivitas dari pagi hingga siang, rasanya enggan untuk tidak bertemu mereka sore harinya. Meski mereka pecicilan tidak keruan, sering harus dibujuk dulu agar mau ngaji, berantem, nangis, sedangkan kami juga capek. Tapi bersama mereka dan ceritanya membuat kami senang dan melunturkan kepenatan. Panggilan dari toa masjid selalu memiliki daya magnet yang kuat dan membuat kami bergegas datang. “Teman..teman.. Ayo Te Pe A. Sudah ditunggu di masjid..”
Sayang sekali, kebanyakan mereka hanya mendapatkan pengajaran baca tulis alqur’an hanya di TPA dan kadang TPA hanya aktif pada bulan ramadhan. Rasa-rasanya kami ingin terus disana dan memantau TPA mereka sampai alqur’an bisa lancar mereka baca dengan benar dan mereka lakukan isinya. Tapi, kami juga punya misi yang lain. Agar seluruh anak anak sedunia mendapatkan kemudahan akses belajar ngaji dan belajar islam dari dini.

??????????????????????????????? ???????????????????????????????

Jalur alternatif
Puluhan truk melewati jalur utama setiap jam, sepanjang hari. Aspal di jalan itu hampir tak kelihatan. Sudah banyak yang rusak dan menyisakan tanah dan pasir. Melewatinya berarti berhati-hati terhadap dua hal: debu yang diterbangkan truk dan pasir yang siap menggelincir ban. Sudah banyak korban. Jalur alternatif? Jalur ini benar-benar alternatif. Bukan jalur yang lebih singkat. Jalur itu lebih cocok dikatakan jalan setapak yang dipaksakan untuk motor. Tapi bagi yang alergi dengan debu, jalur alternatif lebih ramah untuk paruparu. Tapi tidak disarankan untuk yang lemah jantung.
Pasca erupsi merapi 2010 lalu, jalan itu dilewati truk yang mengambil material. Entah batu atau pasir. Hampir tiga tahun rumah-rumah di pinggir jalur utama itu selalu dipenuhi debu. Kabarnya tahun 2014 nanti jalur utama itu akan diperbaiki dan akan dibuat jalur lain truk.

Satu bulan untuk mengenal warga, tapi belum cukup untuk memahami benar kehidupan mereka. Perlu proses yang lebih lama juga untuk mencipta sebuah kebiasaan baru yang berasal dari kesadaran islam yang benar.
Satu bulan adalah waktu kami untuk sedikit belajar bermasyakat, sebelum nantinya menghadapi dinamika dakwah di masyarakat yang sesungguhnya.

Surat Buat Ni-Nu

Surat Buat Ninu
Assalamu’alaikum wr.wb.
Hai NINU. Kau tau, dari setahunan yang lalu aku udah pingin bikin surat buat kamu. Hehe. Yah, seperti yang kamu tau, aku suka nulis surat buat anak-anak juga. Setahunan yang lalu itu aku udah nyiapin kertas binder warna ungu gambar gadis jepang kartun. Cakep deh kertasnya. Tapi aku ngga sempet nulis sampe ngga tau sekarang tu kertas kemana.
Pertamanya, selamat hari lahir yaa. Tak ada tradisi ulang tahun yang aneh aneh, hanya mengingat hari dimana Allah berkehendak kita lahir dari rahim ummi kita dan menangis. Menangis karena bahagia bertemu dengan ibu, wanita terbaik dan terkuat. Menangis karena di depan sana dunia terkadang akan Baca lebih lanjut

For Muhasabah

Saya inget suasana konferensi dua hari lalu. Saya semakin yakin, bahwa kemenangan islam itu sangat amat dekat. Khilafah nyaris kembali. Mungkin memang sudah saatnya nashrullah itu datang, dan kita buktikan pada para pencibir bahwa islam memimpin dunia merupakan janji Allah yang tidak dapat diingkari.
Isak tangis siang itu mengingatkan saya pada hal-hal sepele yang kadang jadi alasan kegalauan stadium akut. Aneh, masa pejuang islam yang ngurusin permasalahan umat justru tidak bisa menyelesaikan problem pribadinya.
Juga sebagai tamparan bagi saya yang belum mampu mencipta karakter pengemban dakwah tangguh pada ‘anak-anak’ binaan saya. Isakan itu makin keras tatkala ingatan beberapa tahun lalu hadir. Dikala pembina saya merasa bersalah atas didikannya yang kurang tepat. Padahal kelalaian saya waktu itu bukan karena beliau.
Tapi ada pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Saya sadar, saya bukan jadi pembina terpintar buat mereka, yang tahu segala hal, yang bisa mengkoordinir dengan sempurna. Saya berfikir, berapa banyak hal yang mereka dapatkan dari saya?
Muslim belahan dunia telah begitu semarak berjuang menyambut khilafah. Banyak pengorbanan yang mereka lakukan. Harta, waktu, keluarga, kuliah, pekerjaan, bahkan nyawa. Kalau kami?
Kami masih terlalu disibukkan dengan masalah kecil. Tugas kuliah keteteran, organisasi intern kampus kurang optimal, masalah asrama, mahad, ato apalah. Sadar woy! Plis!
Orang cerdas itu orang yang mikir akhirat. Tapi bukan berarti tak becus mengurusi permasalahan pribadi. Juga sebaliknya, jangan cuman mikirin diri sendiri sampe nggak care dengan masalah sodara seiman.

-o0o-

Ya Allah…
Kami tahu dakwah di jalanmu adalah amalan tertinggi nan agung. Memperjuangkan syariatmu dan khilafah sebagai penjaganya adalah kemuliaan. Terkadang kami malu menyebut diri pengemban dakwah. Engkau melihat kelemahan kami dan minimalisnya dakwah kami. Tapi, jangan Engkau biarkan kami terhempas dari barisan ini, Rabbi. Buat hati kami teguh dan raga kami kokoh untuk bertahan. Meski langkah ini harus terseok dan terseret-seret. Istiqomahkan kami untuk melayakkan diri. Karena kami yakin akan janjiMu. Karena kami yakin surgalah balasannya.

Just Go Like Clockwork

24 agustus 2012

Kemarin sore aku buat keputusan ini: balik ke jogja naik motor sendiri, hari ini.Biasanya kalo udah plan balik, pasti nggak pengen cepet2 balik. Makanya ini dibuat dadakan. Juga berbagai alasan lain.

Pagi-pagi, abii cari-cari baut. Ternyata buat ngegantiin baut plat motorku yang lepas sejak di jogja. Abii juga manasin motor dan mengecek kondisinya. Umi liatin speedometer, sudah tempuh jarak 17474,5km. Artinya selama tujuh bulan dibawa ke jogja sudah tempuh 12ribuan km.

Umi menyiapkan segala yang kubutuhkan, dan berkalikali berpesan untuk selalu mengsmsnya setiap berhenti istirahat. Motor kubawa ke depan, aku menaikinya. Orangtua dan adik-adikku ada disitu semua. Terasa aneh. Lalu dek athif bilang, “ndang berangkato, mbak..selak nangis engko”. Ya, kustarter motorku, salam, dan berlalu. Aku tidak menoleh lagi, melihat dari spion pun tidak. Ada yang menggenang di pandanganku. Baca lebih lanjut