Sebuah Pemberian Sederhana

Siang tadi saya mendapat hadiah kecil dari seorang sahabat. Saya memanggil gadis misterius itu satu cahaya. Misterius karena kadang saya tak bisa menebak jalan pikirannya. Dia paling tidak suka identitasnya diketahui orang lain, apalagi khalayak.

Hampir tidak saya sadari ada “barang” baru di dalam lemari jika dia tak bilang. Warnanya hampir hampir transparan, pantas saja hampir tak terlihat. Stofmap plastik biasa, warnanya putih agak transparan, di salah satu sisinya penuh motif tulisan “don’t worry be happy”.

Ada sobekan kertas bergambar panda. Tertulis disana;

To: mawar merah

Keterlambatan bukan berarti tidak ada kesempatan lagi. Anggap saja ini hadiah ultah plus penyemangat untuk segera membuat sesuatu apapun itu.

By: panda lara yang bercahaya

Saya tidak sedang ulang tahun sebetulnya. Tapi agaknya dia tau kegelisahan saya akhir akhir ini, dan memberikan pesan itu. Saya sedang tak ingin banyak berkata kata lagi. Kalimatnya mengandung banyak makna yang tak cukup ditulis dengan deret kata. Terimakasih. Terimakasih. 🙂

Iff_ January 07, 2014

Iklan

Get A Life

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Setelah beberapa bulan hanya ingin fokus pada tugas-tugas di dunia nyata, akhirnya menyerah juga. Tadinya niatnya memang One Track Mind gitu, fokus mikir satu hal dan satu tujuan. Yah, ujung ujungnya keteteran juga. Haha. Belum tentu sih, belum sampe tetes darah penghabisan. Hidup terus berjalan, perjuangan masih berlanjut. Kecuali maut menjemput. #NasehatinDiri.
Baiklah, mungkin tulisan kali ini banyak curhat colongannya. Tapi semoga tetep bisa diambil ibrahnya, untuk siapapun.
Liburan semester kali ini terasa lain dari yang lain. Mengingat liburan menuju semester genap di tahun pertama. Pagi pagi orang serumah sibuk, tiga dara bersiap dengan kostum pink-pink, dua yang kecil kok ga ada ya seragamnya, foto foto di depan teras, ngikut ke sekolahan umi ngajar, foto foto lagi di depan masjid sekolah, trus makan bakso spesial di dekat sana, trus beli kain, ngeliat dek arin duduk melas di emperan toko ngidam duren. Liburan menuju semester empat ada perjalanan mengasyikkan tulungagung jogja, with my hero -abii-, meski di rumah cuma dua hari. Liburan menuju semester enam, ada pendatang istimewa disana. Dan liburan kali ini? Hmm.. Sedih karena Baca lebih lanjut

Tumpah ruah

Yang tumpah ruah.
Banyak hal yang tak bisa tercatat akhir akhir ini.
Tentang kuliah yang cuma hari selasa aja dan tugas uniknya untuk kesebelasan peserta kuliah kombis itu.
Tentang bahasa arab, tanpa ada qismu lughoh dan mahad seperti biasanya, serta entah kapan lagi bisa serius mempelajarinya.
Tentang keluh kesah mahasiswa tingkat akhir. Sibuk dengan hafalan dan skripsi. Ada yang nyambi kerja atau kursus menjahit.
Tentang expirednya berkecimpung dalam dunia keBEMan, keberlanjutan mimpi untuk umroh, serta amanah baru di asrama.
Tentang pergulatan pemikiran mahasiswi muslimah dan aktivis serta intelektualnya,  acarapun dipersiapkan begitu rupa, strategi disusun dg sungguh sungguh dan intensif.
Tentang karcis parkir UGM yang berkali kali didapat perminggu, yang bahkan gazebo maskamnya lebih sering dikunjungi daripada tempat kos adik kandungnya sendiri.
Tentang orang orang inspiratif, berdedikasi tinggi untuk dakwah, pengorbanannya, perjuangannya, semangatnya, waktu dan energinya dipersembahkan demi kemuliaan dien ini.
Tentang para pembelajar yang ingin kau bentuk pribadinya, ternyata mereka mampu, mereka bisa, mungkin tadinya tak kau sadari, mereka berubah, lebih baik, dengan progresnya masing masing.
Tentang kerinduan untuk hamfara, bahkan sebelum benar benar meninggalkannya.
Tentang keinginan selalu menyampaikan cinta pada penduduk bumi, mengingatkan kesalahan dan menunjukkan jalan kebenaran. Khususnya untuk jogja, kami akan membebaskanmu.

Banyak sekali yang ingin dibagi. Tapi kadang ada hal yang lebih baik dituliskan, namun adakalanya lebih indah jika dilisankan. Entah kapan. Entah pada siapa.

#segala puji bagiMU, Allah. Kami telah sempat mengenal islam dan dakwah. Semoga aktivitas apapun tak lepas dari ibadah dan dakwah. Jadikan kami istiqomah senantiasa.

Amanah

Berawal dari ketidakbisaan saya mengikuti syawalan di kepuharjo (tempat KKN kami) jika harus berangkat dari pagi. Saya nitip kamera ke teteh saya satu itu. Sekedar titip untuk difotokan momen-momen penting disana sebelum saya datang. Singkat cerita, saya dan teman saya satu lagi -yang samasama ada agenda dulu- sampai di cangkringan sudah mendekati waktu jumatan. Usai shalat jumat, barulah kami temui sahabat-sahabat kami yang lain di huntap batur. Rupa-rupanya mereka juga sedang shalat dluhur. Kemudian rombongan akhwat mengunjungi rumah Pak Kuat, kepala dukuh Jambu. Dan disitulah awal cerita si amanah.
Namanya amanah. Sekarang saya menyebutnya amanah. Baru saja nyawanya saya ambil untuk memindahkan isi otaknya ke memori elektronik saya.
Di rumah itu teteh mengembalikan kamera. “Ini amanahnya saya kembalikan ya”
Tapi kawan-kawan saya itu telah terpuaskan dengan kerja si amanah di setiap pemberhentian mereka sebelumnya. Lalu amanah diperebutkan lagi. Akhirnya di setiap tempat berikutnya, sekalipun ada saya disitu, si amanah tetap saya amanahkan pada teteh. Dan tetehpun dengan senanghati memperlakukan amanah dengan baik sesuai peruntukannya.
Terimakasih amanah… Kamu mengabadikannya. Ketika mempererat jalinan ukhuwah dengan para tokoh desa. Ketika melewati jalur alternatif yang kini semakin seram dan berpasir. Ketika bersulang minum dan menghabiskan coklat. Ketika segelas teh hijau dengan dua sedotan. Ketika memilih antara wafer nissin dan wafer khong guan.
Terimakasih amanah, karena kami bisa mendapatkan hikmah. Bahwasannya sekecil apapun amanah itu harus dikerjakan. Sesepele apapun itu, jika telah menjadi tugas kita maka wajib untuk ditunaikan. Maka untuk amanah-amanah yang sedang menanti untuk dilirik, difikirkan, diupayakan, dituntaskan… kami katakan.. Tunggu kami ya. List To Do and Do Your List.

di rumah salah satu kepala dukuh [jepret by amanah] di tengah jembatan pagerjurang [jepret by amanah]

 

[jepret by amanah]

 

iff_

The Cangkringan

Image

 

DSC02381

Adaptasi Cuaca
Jaket, kaoskaki, kaos tangan, selimut. Jadi kostum yang wajib dipakai untuk tidur malam. Super dingiiiin. Asli. Heran ada yang betah selama satu bulan Cuma berselimutkan kain sarung. Tapi ternyata suatu kali ketika temannya sedang tidak tidur di posko, ia pinjam badcovernya dan saat itulah ia merasa betapa hangatnya dunia.
Brr. Saat dingin begitu yang seru adalah ketika kamu jalan pagi menyapa warga lalu nafasmu berasap, persis seperti di film film korea.
Terakhir kami katakan dapur itu kulkas dan kamar mandi freezernya. Jadi plis, kami mohon dengan sangat kalo habis dari dua tempat itu langsung ditutup lagi pintunya ya.

IMG-20130731-WA0004

Image

Our life is dakwah, so KKN is dakwah and cangkringan is dakwah.
Kami semua adalah calon pakar ekonomi syariah. Tapi KKN kami tentu tak lepas dari dakwah. Dakwah adalah pusat gravitasi hidup. Selain mencoba menyelesaikan permasalahan ekonomi yang ada, kami juga melakukan berbagai pendekatan kepada semua lapisan masyarakat. Variasi kegiatan kami seperti bekam massal, pengajian ramadhan, pawai obor menyambut ramadhan, mengajar 10 TPA se-desa, pengajian ekonomi islam, pelatihan masak, pelatihan sablon, training remaja, training kader TPA, pelatihan pembukuan sederhana dan e-commerce, festival kali jilbab, bazaar sembako, festival anak sholeh, dan acara pengajian unik: Angkringan dakwah, yang diplesetkan menjadi Cangkringan Dakwah karena berlokasi di Cangkringan.

Infishal kelompoknya, d’first generation.
Untuk pertama kalinya di hamfara, tim KKN ikhwan terpisah dari tim KKN akhwat. Jadi dalam satu dusun hanya ada satu kelompok ikhwan atau satu kelompok akhwat saja. Atau mungkin bahkan konsep KKN seperti ini hanya satu-satunya yang pernah ada di dunia. (lebay). Ribet sepertinya? Ya. Agaknya. Karena masyarakat itu beragam dan tidak bisa kita hanya membuat program untuk ibu-ibu saja atau bapak-bapak saja. Tetapi untuk berbagai kegiatan taawun antar kelompok bisa terjalin. Konflik tentu ada dan wajar. Tapi alhamdulillah, bisa berakhir bahagia dan selalu di dalam karuniaNya. *eh kok kayak lagu

Image

Image

Image

TPA..oh TPA
Ini mungkin yang paling ngangenin selama KKN. Ketemu dengan anak-anak yang macem macem tingkah polahnya. Usai beraktivitas dari pagi hingga siang, rasanya enggan untuk tidak bertemu mereka sore harinya. Meski mereka pecicilan tidak keruan, sering harus dibujuk dulu agar mau ngaji, berantem, nangis, sedangkan kami juga capek. Tapi bersama mereka dan ceritanya membuat kami senang dan melunturkan kepenatan. Panggilan dari toa masjid selalu memiliki daya magnet yang kuat dan membuat kami bergegas datang. “Teman..teman.. Ayo Te Pe A. Sudah ditunggu di masjid..”
Sayang sekali, kebanyakan mereka hanya mendapatkan pengajaran baca tulis alqur’an hanya di TPA dan kadang TPA hanya aktif pada bulan ramadhan. Rasa-rasanya kami ingin terus disana dan memantau TPA mereka sampai alqur’an bisa lancar mereka baca dengan benar dan mereka lakukan isinya. Tapi, kami juga punya misi yang lain. Agar seluruh anak anak sedunia mendapatkan kemudahan akses belajar ngaji dan belajar islam dari dini.

??????????????????????????????? ???????????????????????????????

Jalur alternatif
Puluhan truk melewati jalur utama setiap jam, sepanjang hari. Aspal di jalan itu hampir tak kelihatan. Sudah banyak yang rusak dan menyisakan tanah dan pasir. Melewatinya berarti berhati-hati terhadap dua hal: debu yang diterbangkan truk dan pasir yang siap menggelincir ban. Sudah banyak korban. Jalur alternatif? Jalur ini benar-benar alternatif. Bukan jalur yang lebih singkat. Jalur itu lebih cocok dikatakan jalan setapak yang dipaksakan untuk motor. Tapi bagi yang alergi dengan debu, jalur alternatif lebih ramah untuk paruparu. Tapi tidak disarankan untuk yang lemah jantung.
Pasca erupsi merapi 2010 lalu, jalan itu dilewati truk yang mengambil material. Entah batu atau pasir. Hampir tiga tahun rumah-rumah di pinggir jalur utama itu selalu dipenuhi debu. Kabarnya tahun 2014 nanti jalur utama itu akan diperbaiki dan akan dibuat jalur lain truk.

Satu bulan untuk mengenal warga, tapi belum cukup untuk memahami benar kehidupan mereka. Perlu proses yang lebih lama juga untuk mencipta sebuah kebiasaan baru yang berasal dari kesadaran islam yang benar.
Satu bulan adalah waktu kami untuk sedikit belajar bermasyakat, sebelum nantinya menghadapi dinamika dakwah di masyarakat yang sesungguhnya.

Hidup untuk belajar, belajar dari kehidupan

Akhirnya berjalannya masa membuat kita mengambil banyak pelajaran. Hidup adalah tempat belajar. Pelajaran diambil dari berbagai dinamika kehidupan.
Menyadari arti hidup itu, ibarat memecahkan kode paling rumit. Ibarat menemukan titik kunci harta karun terlangka sedunia.
Tapi ini bukan soal itu. Melainkan proses seseorang untuk semakin dewasa.
Semakin hari, masalah silih berganti, amanah hilir mudik datang dan pergi. Tapi apakah kita juga kian dewasa menghadapinya?

Jangan pernah mengeluh atas beban yang sedang kau pikul saat ini. Bukankah kau minta pada Allah agar kau bisa kuat? Ini latihannya.
Jangan takut gagal. Justru carilah kegagalan, itu caramu belajar. Tiada orang sukses yang tidak gagal. Lebih cepat merasakan kegagalan, peluang untuk lebih cepat sukses juga lebih besar.
Nobodys perfect. Jangan khawatirkan dirimu bila tidak sempurna mengerjakan sesuatu. Lakukan saja, dan cobalah lagi.
Berfikir sederhanalah. Jangan terlalu merumitkan sesuatu, tapi jangan meremehkan ancaman kecil sekalipun. Waspada, serius, tapi santai. Enjoy aja.
Positif thinking.! Belum tentu orang lain akan selalu menyalahkanmu, ada sisi kebaikan yang bisa mereka lihat. Khusnudzon.
Qadla Allah tidak pernah salah. Masalah-masalah yang kau hadapi, fikirkan penyelesaiannya, bukan merenungi penyesalannya. Jadikan pelajaran ya, jangan kalah sama keledai.
Hal-hal yang diluar kekuasaanmu, itu ghairu nidzomul wujud, ya sabar dan tawakkal. Itulah bukti cinta dan kasih sayang Allah padamu, untuk melatihmu pada tingkat ujian yang lebih berat dengan reward yang setimpal tentunya.

iff_

Diamnya berarti…

 

Diamnya orang yang mendengar gosip, dengan nggak menanggapinya, nggak ikutan nimbrung, itu pahala. Kalo bisa pergi sekalian dari forum itu, atau bahkan ingetin dosa. #Diam itu emas, tapi dakwah tentu lebih mulia

Diamnya peserta ujian nasional untuk tidak mencontek temannya, untuk tidak memberitahukan jawaban pada temannya. Artinya dia berusaha jujur dan mengandalkan ikhtiarnya sendiri. #Diam itu jujur

Diamnya orang yang sedang jatuh cinta, bertahan sekuat tenaga menjaga ucapan dan tindakannya hingga pengungkapannya kelak menjadi halal, itu lebih romantis dari kisah cinta manapun. #Diam itu cinta yang tak mengajak maksiyat

Diamnya orang yang biasanya cerewet, mungkin akibat dia punya suatu persoalan besar. Silakan lakukan aksi konspirasi terencana membuatnya tertawa kembali. Tapi bisa juga dia hanya sedang sakit gigi. 😀 Makanya tabayyuni dulu. #Diam itu sakit gigi?

Diamnya seorang gadis ketika ada lelaki shalih yang mengkhitbahnya. Diamnya itu menunjukkan dia tak punya alasan kuat untuk menolak pinangan itu. Diamnya bisa pula diartikan keridhoannya terhadap agama dan akhlak lelaki itu selama ini, sebuah kekaguman yang dipendam. #Diam itu setuju, diam itu mau

Diamnya orang yang ikut rapat, padahal dia memiliki ide lain dari yang lain, berarti ia merelakan kesimpulan rapat yang diambil untuk tetap biasa-biasa saja. #Diam itu malas berpendapat

Diamnya seorang seller/marketer. Mungkin itu karena dia sedang istirahat. Karena seharusnya pemasaran dan penjualan yang dilakukan harus dengan komunikasi aktif dan powerful. #Diam itu capek

Diamnya orang yang hadir/ikut kajian/perkuliahan biasanya menunjukkan kefahamannya tentang apa yang disampaikan. Tapi seringkali juga orang itu diam karena tidur, atau justru karena tak nyambung sama sekali dengan yang dibicarakan. #Diam itu nggak ngerti, Diam itu tidur, atau Diam itu sudah faham?

Diamnya mahasiswa yang enggan mengambilkan spidol atau penghapus untuk dosennya #Diam itu nggak peka

Diamnya teman sekelas yang saling bertemu di bank, bahkan duduk berdampingan #Diam itu cuek

Diamnya orang yang ketika ditanya namanya diam, ditanya asalnya diam, ditanya mau kemana diam, tapi dia malah menggerak-gerakkan tangannya membentuk simbol #Diam itu (maaf) tunawicara

Diamnya orang yang ditanya apa jadwal kuliah hari ini? rapat jam berapa? materi kajian kemarin sampai mana? #Diam itu lupa

Diamnya orang yang tak ikut mencampuri masalah privasi orang lain, bisa juga jadi baik. Terkadang mencampuri urusan orang lain itu justru semakin memperkeruh suasana. #Diam itu emas, tapi dokter umat itu menyelesaikan

Diamnya kita melihat kemungkaran di depan mata, artinya ia membiarkan saudaranya terkena dosa dan dirinya sendiri memikul beban dosa investasi. #Diam itu dosa investasi

Diamnya kita melihat manusia lain terdholimi oleh sistem kufur dan enggan berdakwah, enggan lakukan perbaikan. #Diam itu dosa investasi

Diamnya kita penghinaan terhadap rasulullah, dibakarnya Al Quran, dimana iman? #Diam itu tanda lemah iman

Diamnya kita atas tuduhan teroris yang disematkan pada saudara2 sesama muslim yang tak bersalah, diamnya kita atas pembantaian kaum muslimin di belahan dunia lain, dimana ukhuwah? #Diam wujud tak menjadikan aqidah islam sebagai ikatan antar manusia

Maka diam itu tak selamanya emas. Diam itu tak selalu benar, juga tak selamanya salah.
Karena setiap tindakan kita, dan diam kita hendaknya selalu kita standarkan pada syariat islam. Karena sepatutnya kita diam atau tidak itu berdasar hukum syara’.
Ada diam yang wajib, yang sunnah, yang mubah, yang makruh, juga diam yang haram.