Dia

Dia

Saya sedang ingin membicarakan tentang seseorang yang paling spesial dalam kehidupan saya. Seseorang yang saya kenal namanya sejak empat tahun lalu. Seseorang yang pernah menjadi teman sekelas saya selama dua atau tiga semester. Seseorang yang saya kagumi sehingga an inspiring person saya sematkan untuknya tanpa ia sadari.

Dia kakak angkatan saya di kampus. Umurnya sembilan bulan tujuh hari lebih tua dari saya. Kami juga pernah berada dalam satu kepanitiaan ketika di BEM. Kami hanya relasi sesama sie humas, saya sie konsumsi dan dia sekretaris, pernah juga saya bendahara dan dia SC dana usahanya. Semua tanpa ada jarkom antara kami, sehingga tak pernah ada komunikasi baik tentang organisasi, kuliah, atau apapun. Dulu saya hanya mengenalnya sebagai kakak angkatan yang lulus cepat lalu mendapat beberapa amanah sehingga tetap berseliweran di kampus meski sudah lulus. Kini saya lebih tau siapa dia.

Dia itu orang yang paling anti membuang sampah sembarangan. Kalau makan di suatu tempat, pasti dia mengomentari semuanya. Produknya, layoutnya, tempatnya, keramaian pengunjungnya, prediksi omsetnya, dan lain lain. Usai makan di warung atau rumah makan, pasti dia bereskan meja dan menumpuk piring kotor kami. Beberapa makanan kesukaannya adalah sate, ayam goreng, sosis, aneka sayuran, tahu mercon, kacang, jus jambu, pulpy. Porsi makannya tidak terlalu banyak. Dia bisa makan dua kotak nasi kalau malam. Tapi tidak ikut merasa lapar kalau perut saya sudah keroncongan pukul setengah enam pagi. Dia anti pakai pakaian kaos untuk keluar rumah, jadi paling suka pakai baju koko atau batik. Celana levis juga bukan seleranya. Untuk jalan jalan dia lebih suka pakai sandal jepit swallow.

Dia punya prinsip untuk selalu membalas sms yang masuk ke hp nya dengan segera. Karena dia sendiri tidak suka menunggu orang yang lama membalas smsnya, apalagi kalau smsnya penting dan perlu balasan cepat. Jadi dimanapun hp pasti tak jauh darinya. Dan minimalisir untuk mengajaknya bicara ketika dia sedang membalas sms. Sebab dia pasti sedang serius sekali sehingga tak begitu mendengar apa yang kita bicarakan.

Kalau dia salah menyanyikan lirik lagu, pasti yang dia tanyakan adalah apakah liriknya sudah ganti?
Dia sangat gandrung dengan buku, khususnya bukubuku keislaman, buku ekonomi dan bisnis.
Dia tak biasa menggantung handuk dengan hanger. Baju kotornya ditaruh sembarangan di kamar.
Dia sering lupa menutup pintu rumah, lupa mematikan kran air kamar mandi, lupa memasukkan sikat gigi pada wadah tabungnya.
Setidaknya itu beberapa kebiasaannya yang kutau. Setelah tempo hari dia menulis surat cinta di blognya (yang ternyata untuk saya), setelah dia benar benar mengirimkan 4 halaman surat cintanya untuk mengkhitbah saya lewat facebook, setelah dia membuat proposal pernikahan yang total nya sekitar empat puluh halaman. Setelah ikrar cintanya dideklarasi di depan penghulu dan ayah, pada aqad nikah 25 mei lalu. Dia yang kini kupanggil “mas”. Dia yang mengatakan “I love you” pada istrinya setiap hari.

iff, pada pertama kali LDR satu malam. sekitar oktober 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s