Sekilas Menyapa Ruang Kecil

Rasa rasanya sudah sangat lama ruangan kecil ini tak berpenghuni. Bahkan pemiliknya urung untuk sekedar datang untuk membersihkan debu dan sarang laba laba sekalipun. Tapi akhirnya ia datang juga. Walaupun hanya untuk sekilas menyapa. Apa kabarmu ruang kecil?, tanyanya. Dia tau itu kalimat retoris. Hanya basa basi yang basi untuk mengawali percakapan setelah bermasa masa tak berjumpa.

Setangkup cerita ia bawa tentang sang blossom. Ruang kecil mulai menerka cerita apa yang dihadiahkan itu. Sembilan bulan berlalu, dan banyak kisah yang terjadi. Mulai dari kejar kejaran dengan skripsi dan deadline pernikahan, hingga *tunggu, pernikahan?* iya, blossom membagi undangan pernikahannya satu hari setelah ujian pendadaran skripsi. Bahkan empat hari sebelum hari H pernikahannya, dia masih mengurus berkas berkas yudisium. Nama ikhwan yang ada di undangannya sama persis seperti nama seorang kakak angkatan 2009, yang sudah lulus pada tahun 2012, yang selisih umur mereka hanya sembilan bulan tujuh hari, yang pernah beberapa kali berkesempatan satu kepanitiaan acara tapi tak pernah berkomunikasi. Tidak, bukan sama persis, melainkan ikhwan itu memang dia. Dia yang tempo hari mengirim empat halaman surat pertama untuk niatan khitbah, lalu datang langsung ke rumah, membuat sekitar empat puluhan halaman proposal nikah, dan pada 25 mei 2014 lalu telah mengikrarkan janji suci pernikahan di depan ayah.

Oh, jadi karena dia sudah menikah, ruang kecil ini diabaikan begitu saja? Kurasa tidak begitu. Blossom masih suka mengamatimu dari kejauhan, memastikan kau baik baik saja. Ruang kecil baginya adalah satu tempat dia meluapkan isi hati dan otaknya. Saat ini sudah ada hati dan pikiran yang menampung semua uneg uneg nya, bahkan tak perlu beli pulsa modem, dan portable pula bahkan multifungsi. Haha, bercanda.

Tadinya ada seseorang yang mengomentari tulisan tulisannya di ruang kecil ini. Tapi kemudian kami sepakat bahwa yah ini memang gaya tulisan blossom. Dominasi cerita dan perasaannya lebih kuat daripada data, dalil, atau rujukan.

Tadinya semangat dan keinginan menulisnya mengendur dan nyaris menguap hingga ia menemukan beberapa bait kalimat indah yang berisi:

Beruntunglah orang yang menulis. Beruntung karena mereka tidak melewatkan begitu saja detik demi detik kehidupannya. Mereka tidak membiarkan pemikiran yang dihadiahkan oleh Tuhan berlalu begitu saja.  Mereka mencatatnya, membaginya, hingga membuatnya menjadi sesuatu yang bermakna bagi diri sendiri maupun buat orang lain.

Miliki motivasi untuk berbagi. Percayalah, ilmu, wawasan, pengalaman, sekecil apapun, jika dibagi, ia kan berdampak luas. Menebarkan inspirasi kebaikan adalah sebuah kemuliaan jika kita meniatkannya untuk mengharap balasan dari Tuhan. Sekata tulisan kebaikan yang ditebar, tetaplah bernilai sedekah. Sekata tulisan keburukan yang disebat, tetaplah bernilai dosa. Maka tebarlah seluas mungkin kalimat-kalimat kebajikan.

Ibnu Al Jauzi dalam Shaid Al Khaatir pernah mengungkapkan, ” Apabila seseorang telah meyakini bahwa kematian akan menghentikannya dari beramal, pasti ia akan mengerjakan sesuatu yang pahalanya mengalir pasca kematiannya. Ia akan mewakafkan harta, menanamkan tanaman, menggali sumur, mengusahakan keturuan yang akan menginat Allah sepeninggalnya, atau menulis buku.

Jadi blossom memutuskan untuk mendatangi ruang kecil itu lagi. Untuk melanjutkan kecintaannya yang dulu. Untuk membagi perasaan dan pemikirannya pada dunia. Tentang apa saja,cerita, ilmu, wawasan, inspirasi, analisis, bahkan revolusi. Semoga ini awal membangun komitmennya untuk kembali menulis. Serta menyelesaikan apa yang harus diselesaikan. Next project: olid, feb15.

_iffi, 20-11-2014 . bukan sekedar iff lagi. dia sudah punya fi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s