Get A Life

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Setelah beberapa bulan hanya ingin fokus pada tugas-tugas di dunia nyata, akhirnya menyerah juga. Tadinya niatnya memang One Track Mind gitu, fokus mikir satu hal dan satu tujuan. Yah, ujung ujungnya keteteran juga. Haha. Belum tentu sih, belum sampe tetes darah penghabisan. Hidup terus berjalan, perjuangan masih berlanjut. Kecuali maut menjemput. #NasehatinDiri.
Baiklah, mungkin tulisan kali ini banyak curhat colongannya. Tapi semoga tetep bisa diambil ibrahnya, untuk siapapun.
Liburan semester kali ini terasa lain dari yang lain. Mengingat liburan menuju semester genap di tahun pertama. Pagi pagi orang serumah sibuk, tiga dara bersiap dengan kostum pink-pink, dua yang kecil kok ga ada ya seragamnya, foto foto di depan teras, ngikut ke sekolahan umi ngajar, foto foto lagi di depan masjid sekolah, trus makan bakso spesial di dekat sana, trus beli kain, ngeliat dek arin duduk melas di emperan toko ngidam duren. Liburan menuju semester empat ada perjalanan mengasyikkan tulungagung jogja, with my hero -abii-, meski di rumah cuma dua hari. Liburan menuju semester enam, ada pendatang istimewa disana. Dan liburan kali ini? Hmm.. Sedih karena nggak pulang, tapi ternyata malah banyak hal terjadi, senang susah galau bahagia nya di kampus (dan asrama).
Mulai dari mana ya?
Kompre.Maksudnya ujian komprehensif ayat ayat ekonomi islam. Ujian hafalan 30 ayat bertemakan ekonomi islam ini wajib n musti dilewatin sama mahasiswa mahasiswi sekaligus santri di Hamfara. Sebelum ujian, kita harus setor 114an ayat ekis (ekonomi islam) ke Wali Tahfidz yang ditunjuk. Setara satu juz mungkin. Itu termasuk ayat terpanjang di Al Qur’an yaitu Al Baqarah ayat 282 tentang akuntansi syariah, catat mencatat hutang piutang. Dahsyat abis emang. Sejak setahunan yang lalu, setor-setoran ayat udah dimulai. Rata rata sih gak pada ngebut, karena emang masih pada sibuk kuliah dan organisasi. Pra KKN dan pasca lebaran, baru deh tancap gas. Hasilnya ada tiga orang (akhwat2010) yang lulus ujian hafalan sebelum bulan desember. Dan menyusul banyak lainnya ketika ujian dimulai lagi minggu ketiga bulan januari. Dan di hari hari libur semester ini lah, satu persatu dari kami deg-degan menghadapi ujian masing masing. Setiap orang punya ceritanya sendiri. Ada yang sampe nginep di kos kakak kelas demi belajar terjemah dan tafsirnya, diuber uber orang buat transfer malem malem sebelum besok paginya ujian, ada yang harus nunggu hampir satu jam sampe ustadz pengujinya dateng, ada yang pasrah di ruang ujian yang penting lulus dan nggak ngulang, ditontonin satu kompi pasukan dan pada bilang hamdalah pas dinyatain lulus. Ustadznya bingung, “kok malah penontonnya yang kesenengan?”. Ada yang diputer puter pertanyaannya, “Lha ustadz muter muter nanyanya.” “Bukan ustadznya yang muter muter, tapi yang jawab nih.” Akhirnya seasrama pada ikut bahagia temannya lulus ujian hafalan satu persatu. Huhu walopun ada juga yang harus ngulang, tapi kita nggak kehabisan semangat dan dukungan buat dia.

Hasil UAS yang tertempel di papan pengumuman sebenarnya sudah tidak semenarik dulu. Kecuali bagi beberapa teman yang masih ikut beberapa kuliah. Dan melihat saudaramu tertawa gembira mendapati nilainya A, itu kita ikut ikutan bahagianya. Juga ikut ikutan sedih mendapati teman yang beroleh hasil sebaliknya. Ada ada saja cerita yang terjadi, termasuk tentang pembuntutan misterius dari masjid aceh. Rahasia tapinya ya.
Belum lagi keakraban teman asrama yang terasa sekali ketika makan bareng. Liburan biasanya menjadi malapetaka buat anak anak katering. Yang biasanya makannya rutin tiga kali sehari, jadi gak jelas, bahkan sehari dua kali pun udah bersyukur banget. Kali ini di tengah lengangnya asrama, lorong 2010 menjadi saksi kebersamaan kami di tahun terakhir. Saksinya kami makan bareng, yasinan, bercanda bareng, kursus kotak kado unik bersama mba ina semalaman, juga makan belimbing pas mati lampu.
Di sisi lain, masalah selalu ada. Saat terpuruk selalu ada, setiap orang, termasuk kami, dengan keunikan masalahnya sendiri. Ada orang yang beban itu terlihat jelas dari gurat wajahnya. Mendung menggelayut, muka suntuk, dan senyum memudar. Atau ada orang yang memilih menumpuk masalahnya sembunyi, lalu tetap menebarkan cerianya.
Bahagia itu ada karena ada kegalauan. Senang itu ada karena sebelumnya sedih menghinggapi. Hidup itu emang fluktuatif. Naik dan turun. Sumpek, bete, galau, kacau, gak mood, males. Tapi kadangnya juga seneng, kaget, bersemangat, antusias, berani, ceria. Down ato futur itu pasti ada, agar kita tau bagaimana rasanya bahagia. Jadi pas lagi down? Nikmati aja peranmu, jalankan saja amanahmu, dan hadapi saja masalahmu. Sesungguhnya setelah kesukaran ada kemudahan. Itu janji Allah dalam surah Al Insyirah.
Get A Life. Enjoy aja. Bahagia itu mudah saja sebenarnya. Bukan perkara apa yang bakal dibilang orang, tapi perkara apakah Allah ridho. Fisik kita tak pernah terlalu kecil atau terlalu besar dihadapanNya. Hanya manusia yang memperhatikan atau mempermasalahkan. Tapi bagi Allah that’s nothing. Ketaqwaanlah yang membedakan. Sukses di mata manusia hanya akan sukses juga di mata Allah jika bersama ridhoNya. Percuma sukses tapi Allah gak ridho, kan.
Takdir apapun itu juga tidak ada yang terlalu cepat atau terlalu lambat. Semuanya tepat. Tepat pada waktunya, dan tepat takdir itu menimpa pada siapa. Allah sudah proporsikan, sesuai skenarioNya. Get A Life. Sabar, Syukur, ikhtiar dan tetap taati syariatNya, itu sudah lebih dari cukup. Allah tidak butuh apa apa dari kita. Kitalah yang memerlukan keridhoanNya. Kitalah yang mengharap cintaNya.

dan liburan semester 7 pun usai.. iff_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s