My Best Woman Ever

Kuingat sebuah chapter ceritaku bersama ummii beberapa waktu lalu..

Malam ahad itu, aku bersiap pulang ke Jogja. Setelah dua hari di rumah. Abii sedang ada tugas di luar kota, sehingga tak ada yang bisa mengantarku ke terminal. Pukul 8 malam, aku dan ummii menuju halte di pinggir jalan raya, jalan kaki dari rumah. Sebetulnya kata abii, bus dari trenggalek menuju terminal sudah jarang sekali kalau malam malam. Tapi biasanya jam delapan an ada. Hampir pukul setengah sepuluh, tak ada bus sama sekali. Kecuali kami salah mengira truk yang dari kejauhan lampunya menyerupai bus. Lalu abii menelepon dan kami disuruh pulang saja.

Esok paginya, kami menunggu bus di halte yang sama. Kali ini kami tidak berjalan kaki. Melainkan ummii memboncengku dengan sepeda listriknya. Duduk di boncengan belakang sepeda kecil tenaga listrik itu terasa aneh, tapi sungguh aku senang sekali, kapan lagi aku bisa berdua dengan ummii dengan pose seperti itu. Ummii yang tidak bisa naik motor, sebab dulu pernah jatuh ketika belajar mengendarai motor ‘kelelawar’ tapi setelah itu trauma sepertinya. Ummii yang sekarang pergi mengajar ke sekolah, halqah, mengisi halqah, belanja, dan agenda lain juga menaiki sepeda listriknya itu. Pagi itu dengan senyam senyum aku duduk di boncengan belakang. Ummii menyetir sepeda tanpa kayuh itu di depan. Sayangnya, hanya sebentar Baca lebih lanjut

Iklan

Sebuah Pemberian Sederhana

Siang tadi saya mendapat hadiah kecil dari seorang sahabat. Saya memanggil gadis misterius itu satu cahaya. Misterius karena kadang saya tak bisa menebak jalan pikirannya. Dia paling tidak suka identitasnya diketahui orang lain, apalagi khalayak.

Hampir tidak saya sadari ada “barang” baru di dalam lemari jika dia tak bilang. Warnanya hampir hampir transparan, pantas saja hampir tak terlihat. Stofmap plastik biasa, warnanya putih agak transparan, di salah satu sisinya penuh motif tulisan “don’t worry be happy”.

Ada sobekan kertas bergambar panda. Tertulis disana;

To: mawar merah

Keterlambatan bukan berarti tidak ada kesempatan lagi. Anggap saja ini hadiah ultah plus penyemangat untuk segera membuat sesuatu apapun itu.

By: panda lara yang bercahaya

Saya tidak sedang ulang tahun sebetulnya. Tapi agaknya dia tau kegelisahan saya akhir akhir ini, dan memberikan pesan itu. Saya sedang tak ingin banyak berkata kata lagi. Kalimatnya mengandung banyak makna yang tak cukup ditulis dengan deret kata. Terimakasih. Terimakasih. 🙂

Iff_ January 07, 2014

Get A Life

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Setelah beberapa bulan hanya ingin fokus pada tugas-tugas di dunia nyata, akhirnya menyerah juga. Tadinya niatnya memang One Track Mind gitu, fokus mikir satu hal dan satu tujuan. Yah, ujung ujungnya keteteran juga. Haha. Belum tentu sih, belum sampe tetes darah penghabisan. Hidup terus berjalan, perjuangan masih berlanjut. Kecuali maut menjemput. #NasehatinDiri.
Baiklah, mungkin tulisan kali ini banyak curhat colongannya. Tapi semoga tetep bisa diambil ibrahnya, untuk siapapun.
Liburan semester kali ini terasa lain dari yang lain. Mengingat liburan menuju semester genap di tahun pertama. Pagi pagi orang serumah sibuk, tiga dara bersiap dengan kostum pink-pink, dua yang kecil kok ga ada ya seragamnya, foto foto di depan teras, ngikut ke sekolahan umi ngajar, foto foto lagi di depan masjid sekolah, trus makan bakso spesial di dekat sana, trus beli kain, ngeliat dek arin duduk melas di emperan toko ngidam duren. Liburan menuju semester empat ada perjalanan mengasyikkan tulungagung jogja, with my hero -abii-, meski di rumah cuma dua hari. Liburan menuju semester enam, ada pendatang istimewa disana. Dan liburan kali ini? Hmm.. Sedih karena Baca lebih lanjut