TSQ stories, Kisah kisah Penelitian dan Pengembangan Sains dan Teknologi di Masa Peradaban Islam – Dr.-Ing. Fahmi Amhar –

ilustrasi-_120703180755-957

  • Belajar Bahasa untuk Negara Adidaya
  1. Kegandrungan para ilmuwan terutama dari non native speaker untuk menyusun struktur bahasa arab, sehingga dari bahasa arab ke bahasa yang lain dan sebaliknya dapat disusun rumusan sederhana yang memudahkan pembelajaran dan penerjemahan
  2. Upaya sistematis mendidik seluruh warga negara agar menguasai bahasa arab sebagai bahasa islam, bahasa persatuan dan bahasa ilmu pengetahuan dengan baik dan benar, lisan maupun tulisan
  3. Kegandrungan para pemuda untuk belajar bahasa asing, agar dapat mencari ilmu dan sekaligus berdakwah ke luar negeri, demi keagungan islam dan kaum muslim

 

  • Olahraga Para Mujahid
  1. Silat: semangat jihad, nilai ruhiyah, bagi yang mampu menahan gejolak nafsunya
  1. Catur: strategi perang
  1. Berenang: infishal, di turki ada turkish bath
  2. Berkuda: salah satu syarat kelulusan pelajar ibtidaiyah

 

  • Ketika para Seniman Orang-orang Beriman
  1. Perupa muslim dapat tetap menuangkan kreativitasnya dalam bentuk bentuk abstrak yang memerlukan jiwa seni dan kemampuan matematis yang lebih tinggi misal kaligrafi rumit yang tertuang pada karpet atau keramik, arsitektur masjid yang canggih, taman kota yang simetri.
  1. Karya sastra, kisah 1001 malam, alfiah ibnu malik berisi 1000 bait pelajaran bahasa arab
  1. Murottal, nasyid, acapella, dan alat musik lain yang mubah
  2. Seni akrobat, seni teater

 

  • Matematika Islam bukan Numerologi
  1. John J. O’Connor dan Edmund F. Robertson (1999) “Penelitian terkini memberikan gambaran yang baru pada hutang yang telah diberikan matematika islam pada kita. Dapat dipastikan bahwa banyak ide yang sebelumnya kita anggap merupakan konsep konsep brilian matematikaan Eropa pada abad 15, 16, 17, 18, ternyata telah dikembangkan oleh matematikawan arab/islam kira kira empat abad lebih awal.”
  2. Al-khawarizmi (780-850 M), yg dari namanya muncul istilah “algoritma” yang lazim digunakan di dunia ilmu komputer, memberikan sumbangan signifikan ke ilmu aljabar, yang diturunkan dari judul bukunya “kitab al jabar wa al muqabalah”, yang merupakan buku pertama tentang dasar-dasar aljabar. Suatu riwayat menyebutkan bahwa beliau menekuni aljabar setelah mendapat pretanyaan tentang teknis pembagian waris. Sebagaimana diketahui hukum waris dalam islam cukup rumit sehingga dalam kasus-kasus tertentu membutuhkan seorang ahli aljabar untuk menghitungnya secara rinci.
  1. Al kindi (801-873) adalah perintis analisis kriptologi, yaitu ilmu persandian suatu teks sehingga hanya dapat dimengerti bila diketahui kuncinya. Persandian mutlak diperlukan agar suatu teks yang dikirim melalui jalur komunikasi tidak diketahui atau digunakan orang yang tidak berhak. Aplikasinya mencakup perlindungan data ATM atau kartu kredit, hingga ponsel kita tidak disadap. Semua teknik dasar al kindi ini masih dipakai hingga kini, termasuk di salah satu badan intelejen amerika yaitu national security agency yang mempekerjakan ribuan matematikawan untuk mengurai teks teks tersandi yang bersliweran di internet.  Dalam buku A Manuscript on Decipnering Cryptographic messages ditunjukkan bagaimana al kindi mengurai suatu teks tersandi dengan analisis frekuensi.
  1. Teknik induksi matematika muncul pertama kali dalam buku tulisan al jaraji sekitar tahun 1000 M, yang menggunakannya untuk menguji teorema binomial serta jumalh dari kubus integral.  Sejarawan matematika F. Woepcke memuji al karaji sebagai “yang pertama mengajarkan teori kalkulus aljabar”.
  1. Ibn al haytham adalah matematikawan pertama yang menurunkan rumus persamaan pangkat empat, dan menggunakan metode induksi untuk mengembangkan rumus umum segala persamaan integral. Ini adalah apa yang di eropa baru dikembangkan Newton dan Leibniz empat abad setelahnya. Pekerjaan ibn al haytham diteruskan oleh Sharaf al din al tusi (1135-1213) yang menemukan solusi penemu deret kubik yang merupakan hal esensial dalam kalkulus differensial.
  2. Pada abad-11 M, seorang penyair yang juga matematikawan yaitu Umar Khayyam adalah yang pertama kali menemukan solusi geometris dari persamaan kubik (yaitu bentuk bentuk seperti ellpis, parabola, dan hyperbola) dan memberi dasat bagi geometri analisis, geometri aljabar, dan non-euclidian geomteri. Yang terakhir inilah yang di awal abad-20 memberi jalan bagi Albert Einstein untuk mengembangkan fisika relativitas.

 

-Astronomi Islam Tak Sekedar Hisab dan Ru’yat

  1. Astronomi berkembang oleh kebutuhan penjelajahan kaum muslim baik dalam rangka peerburuan ilmu ke negeri negeri jauh seperti tiongkok maupun untuk menjawab tantangan jihad fi sabilillah. Pada saat itu, rival utama di dunia adalah kekaisaran romawi yang memiliki angkatan laut yang kuat di laut tengah. Untuk melawan angkatan laut diperlukan pula angkatan laut. Untuk menentukan posisi dan arah di tenagh lautan diperlukan navigasi dengan astronomi. Makin teliti seorang navigator mampu menentukan posisinya di tenagh laut dengan pengamatan matahari, bulan atau bintang, makin akurat mereka dapat menghitung waktu yang diperlukan untuk menuju sasaran, dan berapa logistik yang harus dibaa tanpa memberati kapal.
  2. Ibn haytham yang menemukan ilmu optika dan membuat teleskop menunjukkan fenomena perjalanan planet venus dan mars yang tidak mungkin dijelaskan dengan model geosentris.
  3. Argumentasi copernicus tentang rotasi bumi sama persis dengan yang diajukan oleh nasir-ud-dian al tusi dan ali al qusyji beberapa abad sebelumnya.
  4. Al biruni menemukan teori bahwa galaksi bimasakti adalah kumpulan dari gugusan bintang yang berdiri sendiri, yang pergerakannya lepas dari bumi ataupun matahari.
  5. Astronom muslim mengembangakan berbagai alat pengamatan, baik yang besar untuk dipasang di observatorium, maupun yang kecil untuk dibawa dalam perjalanan, misalnya yang disebut astrolabium.
  1. Ja’far muhammad bin musa in syakir menemukan fakta bahwa benda-benda langit terkena hukum hukum fisika yang sama dengan bumi. Ibn haytham mendapatkan bahwa lapisan langit tidaklah padat seperti kepercayaan orang saat itu, bahkan lebih tipis dari udara. Penemuan inilah yang beberapa abad kemudian dielaborasi lebih lanjut oleh isaac newton.
  1. Pada masa islam, banyak oang kaya atau penguasa yang ingin menorehkan namanya dalam keharuman ilmu, mereka melakukan wakaf dalam bentuk mensponsori pembangunan suatu observatorium, lengkap dengan para astronomnya untuk melakukan riset. Hasilnya adalah suatu tabel almanak astronomi yang paling mutakhir dan akurat di zamannya. Tabel itulah yang akan dibawa bawa oleh para pelaut dan mujahidin menembus batas cakrawala dunia islam, menemukan tempat tempat baru yang perlu disampaikan risalah islam atas mereka, juga untuk selangkah lebih maju dari para pelaut penjajah yang selalu mengintai kelemahan dan kelengahan kaum muslim.

 

  • Fisikawan Islam Mendahului Zaman
  1. Ibn al haytham (al hazen) adalah pioner optika modern ketika menerbitkan bukunya pad tahun 1021. dia menemukan bahwa proses melihat adalah jatuhnya cahaya ke mata, bukan karena sorot mata sebagaimana diyakini orang sejak zaman aristoteles. Dalam kitabnya al haytham menunjukkan berbagai cara untuk membuat teropong dan juga karena sederhana (camera obscura)
  2. Ibn al haytham memulai suatu tradisi metode ilmiah untuk menguji sebuah hipotesis, 600 tahun mendahului rene descartes yang dianggap bapak metode ilmiah eropa di zaman rennaisance.
  3. Ibnu sina (980-1037) setuju bahwa kecepatan cahaya pasti terbatas
  4. Abu rayhan al biruni (973-1048) juga menemukan bahwa cahaya jauh lebih cepat dari suara
  5. Qutubuddin al syirazi (1236-1311) dan kamaluddin al farisi (1260-1320) memberi penjelasan pertama yang benar pada fenomena pelangi
  6. Al biruni dan belakangan al khazini mengembangkan metode eksperimental dalam statika dan dinamika, kemudian juga hidrostatika dan hidrodinamika, yang sangat penting dalam pembuatan jematan, bendungan ataupun kapal.
  1. Pada tahun 1211 al khazini dalam “kitab tentang keseimbangan kebijaksanaan” mengusulkan bahwa gravitasi dan energi potensialnya berubah tergantung jaraknya dari pusat bumi. Dia juga secara tegas membedakan antara gaya, massa dan berat. Penemuan ini berguna untuk membuat kincir bertenaga air.
  1. Ibnu Bajah (avempace) yang wafat 1138 beragumentasi baha selalu ada reaksi atas setiap aksi. Ternyata ini sangat berpengaruh pada fisikawan setelahnya, termasuk Galileo dan Newton, dan sangat berguna untuk menghitung kekuatan manjaniq, yakni ketapel raksasa yang berfungsi seperti meriam.
  1. Ibnu Rusyd alias averros (1126-1198) adalah mujtahid dalam fiqih yang juga fisikawan, terbukti dalam salah satu kitabnya dia mendefinisikan gaya sebagai tinkat kerja yang harus dilakukan untuk mengubah kondisi kinetik dari sebuah benda yang lembam. Apa yang ditulis ibnu rusyd ini 500 thn lebih awal dari mekanika klasik newton.

 

  • Terbang tanpa karpet ajaib
  1. Abbas Ibnu Firnas (810-887) melakukan serangkaian percobaan ilmiah untuk dapat terbang, seribu tahun lebih awal sebelum Oliver & Wilbur Wright melakukan percobaan untuk membuat pesawat terbang
  2. Sejarawan Phillip K. Hitti menulis dalam history of the Arabs, ” Ibn Firnas was the first man in history to make a scientific attempt at flying”
  1. Pada tahun 1630-1632, Hezarfen Ahmad Celebi berhasil menyebrangi selat Bosporus, melompat dari menara Galata dan terbang  dengan pesawat layangnya sejauh kira kira 3 km serta mendarat dengan selamat.

 

Masih banyak penemuan di berbagai bidang yang kian menjelaskan keberhasilan islam mencipta para pakar tersebut. Dan sejarah mengakuinya. Di antara mereka banyak para polymath, yaitu menekuni beberapa bidang sekaligus.

Motivasi dan inspirasi yang diberikan buku ini lebih dari cukup membuat kita geregetan ingin segera berdiri sistem pendidikan seperti pada masa khilafah.Hidup untuk ilmu, pendidikan murah mudah untuk siapa saja, fasilitas lengkap, dan negara sangat appreciate terhadap para pembelajar dan ilmuwan.

 

Bab-bab lain yang akan kita temukan didalamnya, antara lain:  Ketika Kimiawan tak Lagi Tukang Sihir, Teknologi Militer Islam, Ketika Sehat bukan Misteri, Islam Pernah Merevolusi Pertanian, Ilmu Sosial bukan Anak Tiri, Negeri Kincir Angin pertama bukan Belanda, Arsitektur Islam tak hanya Masjid Sentris, Ketika Jarak bukan Penghalang Komunikasi, Teknologi untuk Menutup Aurat, Menjadi Cerdas dengan Kertas, Manajemen Riset para Mujahid, Teknologi Kelautan untuk Negara Adidaya.

 

 

Selamat terinspirasi.

Iff.

#akhirnya ke-post juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s