Tumpah ruah

Yang tumpah ruah.
Banyak hal yang tak bisa tercatat akhir akhir ini.
Tentang kuliah yang cuma hari selasa aja dan tugas uniknya untuk kesebelasan peserta kuliah kombis itu.
Tentang bahasa arab, tanpa ada qismu lughoh dan mahad seperti biasanya, serta entah kapan lagi bisa serius mempelajarinya.
Tentang keluh kesah mahasiswa tingkat akhir. Sibuk dengan hafalan dan skripsi. Ada yang nyambi kerja atau kursus menjahit.
Tentang expirednya berkecimpung dalam dunia keBEMan, keberlanjutan mimpi untuk umroh, serta amanah baru di asrama.
Tentang pergulatan pemikiran mahasiswi muslimah dan aktivis serta intelektualnya,  acarapun dipersiapkan begitu rupa, strategi disusun dg sungguh sungguh dan intensif.
Tentang karcis parkir UGM yang berkali kali didapat perminggu, yang bahkan gazebo maskamnya lebih sering dikunjungi daripada tempat kos adik kandungnya sendiri.
Tentang orang orang inspiratif, berdedikasi tinggi untuk dakwah, pengorbanannya, perjuangannya, semangatnya, waktu dan energinya dipersembahkan demi kemuliaan dien ini.
Tentang para pembelajar yang ingin kau bentuk pribadinya, ternyata mereka mampu, mereka bisa, mungkin tadinya tak kau sadari, mereka berubah, lebih baik, dengan progresnya masing masing.
Tentang kerinduan untuk hamfara, bahkan sebelum benar benar meninggalkannya.
Tentang keinginan selalu menyampaikan cinta pada penduduk bumi, mengingatkan kesalahan dan menunjukkan jalan kebenaran. Khususnya untuk jogja, kami akan membebaskanmu.

Banyak sekali yang ingin dibagi. Tapi kadang ada hal yang lebih baik dituliskan, namun adakalanya lebih indah jika dilisankan. Entah kapan. Entah pada siapa.

#segala puji bagiMU, Allah. Kami telah sempat mengenal islam dan dakwah. Semoga aktivitas apapun tak lepas dari ibadah dan dakwah. Jadikan kami istiqomah senantiasa.

Iklan

PERNYATAAN SIKAP FORUM AKTIVIS MUSLIMAH DIY TOLAK MISS WORLD

PERNYATAAN SIKAP

FORUM KOMUNIKASI AKTIVIS MAHASISWI MUSLIMAH DIY

TERHADAP AGENDA PENYELENGGARAAN MISS WORLD 2013

DI INDONESIA

Nomor             : 01/AKTIF/VIII/2013

Perihal             : Penolakan Agenda Penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

 

Menanggapi agenda Miss World yang akan diselenggarakan pada September 2013 di Indonesia, kami Aktivis Mahasiswi Muslimah DIY memandang bahwa ajang Miss World tidak lebih dari sekedar upaya eksploitasi dan liberalisasi perempuan di seluruh dunia terutama di Indonesia, yang akan merendahkan harkat dan martabat perempuan serta meningkatkan kerusakan moral generasi Bangsa.

 

Kami Aktivis Mahasiswi Muslimah DIY mempertimbangkan bahwa :

  1. Kami sebagai hamba Allah Swt, sadar bahwa kami akan dimintai pertanggungjawaban atas usia dan perbuatan kami di akhirat nanti termasuk mengenai kepedulian kami terhadap persoalan Bangsa.
  2. Kami sebagai perempuan, sadar bahwa kami bertanggungjawab untuk turut menjaga dan melindungi kehormatan dan kemuliaan perempuan.
  3. Konsep baru dalam ajang Miss World kali ini yakni Beauty with Purpose disamping konsep 3B (Brain, Beauty, Behavior) adalah dalih untuk legalisasi atas eksploitasi dan liberalisasi perempuan.
  4. Indonesia adalah Negeri Muslim terbesar di dunia, jika penyelenggaraan agenda Miss World dilakukan di negeri ini maka Indonesia turut melanggengkan upaya eksploitasi dan liberalisasi perempuan.
  5. Berbeda dengan sistem sekuler, syariat Islam dalam naungan Khilafah melindungi perempuan dari eksploitasi yakni dengan penerapan aturan-aturan Islam secara kaaffah(menyeluruh).

 

Dengan ini kami Aktivis Mahasiswi Muslimah  DIY menyatakan :

  1. Menolak dengan keras agenda penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia.
  2. Mendesak pemerintah untuk segera mencabut ijin penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia.
  3. Mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menolak segala bentuk upaya eksploitasi dan liberalisasi perempuan.
  4. Mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mencampakkan sistem Kapitalis Sekular dan menggantinya dengan sistem Khilafah Islam.

 

Demikian pernyataan sikap kami.

 

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

 

Yogyakarta, 31 Agustus 2013

Amanah

Berawal dari ketidakbisaan saya mengikuti syawalan di kepuharjo (tempat KKN kami) jika harus berangkat dari pagi. Saya nitip kamera ke teteh saya satu itu. Sekedar titip untuk difotokan momen-momen penting disana sebelum saya datang. Singkat cerita, saya dan teman saya satu lagi -yang samasama ada agenda dulu- sampai di cangkringan sudah mendekati waktu jumatan. Usai shalat jumat, barulah kami temui sahabat-sahabat kami yang lain di huntap batur. Rupa-rupanya mereka juga sedang shalat dluhur. Kemudian rombongan akhwat mengunjungi rumah Pak Kuat, kepala dukuh Jambu. Dan disitulah awal cerita si amanah.
Namanya amanah. Sekarang saya menyebutnya amanah. Baru saja nyawanya saya ambil untuk memindahkan isi otaknya ke memori elektronik saya.
Di rumah itu teteh mengembalikan kamera. “Ini amanahnya saya kembalikan ya”
Tapi kawan-kawan saya itu telah terpuaskan dengan kerja si amanah di setiap pemberhentian mereka sebelumnya. Lalu amanah diperebutkan lagi. Akhirnya di setiap tempat berikutnya, sekalipun ada saya disitu, si amanah tetap saya amanahkan pada teteh. Dan tetehpun dengan senanghati memperlakukan amanah dengan baik sesuai peruntukannya.
Terimakasih amanah… Kamu mengabadikannya. Ketika mempererat jalinan ukhuwah dengan para tokoh desa. Ketika melewati jalur alternatif yang kini semakin seram dan berpasir. Ketika bersulang minum dan menghabiskan coklat. Ketika segelas teh hijau dengan dua sedotan. Ketika memilih antara wafer nissin dan wafer khong guan.
Terimakasih amanah, karena kami bisa mendapatkan hikmah. Bahwasannya sekecil apapun amanah itu harus dikerjakan. Sesepele apapun itu, jika telah menjadi tugas kita maka wajib untuk ditunaikan. Maka untuk amanah-amanah yang sedang menanti untuk dilirik, difikirkan, diupayakan, dituntaskan… kami katakan.. Tunggu kami ya. List To Do and Do Your List.

di rumah salah satu kepala dukuh [jepret by amanah] di tengah jembatan pagerjurang [jepret by amanah]

 

[jepret by amanah]

 

iff_