Reportase Petualangan BEM ke Jakarta []01

Bismillah..

Seru dan lucu. Ya perjalanannya, ya tulisannya. Setiap orang memiliki karakter unik. Setiap penulis pun membentuk jiwa tulisannya sendiri.

Hakadza, komentar saya habis baca tulisan teman-teman tentang reportase perjalanan kunjungan kami ke media nasional. Yah, namanya kunjungan media nasional. Kami begitu bernafsu mendatangi studio trans 7 sebagai agenda utama, lalu bertandang ke kantor media umat serta mengisi bedah buku di sebuah SMP islam swasta di Jakarta selatan. Trans 7, media bergengsi yang telah menerima proposal kunjungan dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) STEI Hamfara. Sampai kabar itu datang. Trans 7 membatalkan kunjungan kami karena ownernya mengadakan acara sendiri. But, it doesn’t matter lah. Kami mempersiapkan tempat kunjungan pengganti.

Awalnya ada setitik keraguan setelah mempersiapkan segala teknis keberangkatan dan konsep kunjungan. Yaitu masalah safar. Ternyata setelah bertanya pada Pembina akhwat, hukumnya boleh. Beliau mengadopsi, penghitungan safar ketika berangkat dan pulang itu berbeda. Tujuan kami ke tiga lokasi berbeda di ibu kota, menandakan tempat tujuan kami adalah kota Jakarta itu sendiri. Dan alhamdulillahnya, dalam rombongan kami sudah ada akhwat yang bermahrom. Oke, lanjuut. Tak terduga, bahaya yang paling bahaya adalah pembatalan dari trans 7 ini. Syukurlah, hari itu juga Allah memudahkan ketua BEM dalam melobi LDK kampus UI, agar kami dapat berkunjung kesana tanggal 14 Januari.

Dua puluh dua orang jumlah rombongan kami. Terdiri dari 7 orang LPM akhwat, 7 orang LPM ikhwan, ketua BEM, ketua Departemen Luar Negeri, satu perwakilan Departemen Dalam Negeri, Ketua Departemen Keputrian, mantan Ketua Departemen Keputrian, Bendahara akhwat, dan dua orang perwakilan Divisi Politik Luar Negeri. Sebenarnya acara ini digagas oleh LPM, tapi LPM kan bagian dari BEM. Jadi nggak salah saya kasih judul di atas.

Hmm.. oke saya mau kasih reportase juga. Tapi, akhir-akhir ini saya lebih suka membuat catatan-catatan kecil. Untuk perjalanan ini, saya punya banyak catatan mungil tentangnya. Silakan puzzle-puzzlenya disatukan sendiri. Hehe. So, reportase saya? This is it.

  1. Perjalanan ini merupakan perjalanan kedua saya ke Jakarta sebulan ini. Baru hari kamis saya pulang dari Tangerang, tiga hari kemudian saya ikut rombongan LPM dan BEM untuk kesana lagi. Alhamdulillah saya nggak repot-repot parkirin motor di terminal lagi karena minibusnya langsung ke Hamfara.
  2. Ternyata ada jalan pintas menuju wates. Tapi kok baru sampai wates saja sudah harus putar jalan ya? Apalagi di ibu kota?
  3. Jangan lupa bawa jaket cadangan. Bisa jadi bus Anda sangat dingin dan teman disamping Anda sedang sakit atau lupa tidak membawa jaket.
  4. Terkadang kakak kelas Anda akan melakukan hal-hal lucu. Terlebih kakak kelas yang tidak betah naik bus. Kali pertama dia akan mondar-mandir ke belakang, apalagi ketika kawan rombongan Anda kambuh sakit amandelnya setelah makan kripik setan. Kakak kelas Anda itu akan memberinya sebungkus kue dengan sembunyi-sembunyi. (kok mirip nenek-nenek yang ngasih jajan buat satu cucunya, tapi diumpetin biar cucu lain nggak ngiri)
  5. Persiapkan plastik kresek banyak-banyak. Terlebih anda mengetahui kondisi “ibu” perjalanan anda sudah muntah sampai lima kali.
  6. Andai saja duduk di bus bisa sambil baca….
  7. Apabila ada teman rombongan anda yang mempunyai penyakit sering buang air kecil, maka larang ia untuk minum lebih dari dua teguk. Siapkan saja permen mint jika ia masih haus.
  8. Jangan membawa makanan manis, biasanya untuk menghilangkan mual kita ingin makan makanan asin, apalagi yang berMSG seperti C**t****
  9. Hati-hati belanja di minimarket di dalam rest area, minuman teh botol yang anda inginkan bisa jadi harganya terkena inflasi dua kali lipat.
  10. Di luar hujan, di dalam AC. Yang terpikirkan adalah makanan yang hangat: bakso dan gorengan. Tapi jangan sampai anda teriak-teriak di dalam bus. Penjual bakso atau gorengan di luar sana tidak mungkin mendengar anda.
  11. Nasi, orek tempe, telur ceplok, kerupuk, dan pisang. Menu bawaan dari bangunjiwo: berasa seperti angkringan, hanya saja pakai kotak. Btw, ini nasi apa es krim sih? Dingin.
  12. Ada sebuah masjid keren di Kebumen. Di luarnya banyak berjejer papan-papan bertulis ayat-ayat al qur’an dengan huruf-huruf besar. Sayang kamar mandi ikhwan akhwat (putra-putri) ada di satu tempat. Untung masih ada tulisan “PRIA” atau “WANITA” di pintu kamar mandinya. Kalau mau masuk ke kamar mandi yang tidak ada tulisannya, mintalah teman anda menunggui di luar, jangan sampai anda shock ketika keluar dari kamar mandi dan banyak ibu-ibu atau bapak-bapak yang mengantri.
  13. Jika AC di dalam bus semakin dingin dan tidak bisa dimatikan, solusinya anda bisa gunakan isolasi untuk merekatkan tirai/selambu/korden untuk menutupi lubang AC. Tapi perkirakan masih ada rongga untuk AC “bernafas” sehingga ia tidak bocor merembesi tirai.
  14. Jika anda gagal mengisolasi, gunakan tali rafia untuk saling mengaitkan tirai satu dengan lainnya, sehingga setidaknya angin yang berhembus tidak langsung mengenai badan anda. Mungkin para penumpang di depan anda akan mengejek anda sedang mencuci dan hendak menjemurnya.
  15. Ketika melobi bus dan supirnya untuk membersamai perjalanan anda, pastikan supir tahu alamat tempat tujuan kita sehari sebelumnya. Berkomunikasilah yang baik, dan hormati beliau sebagai orang yang lebih tua.
  16. Kalau anda berjalan-jalan pagi untuk beli sarapan, hati-hatilah jika tanah becek bekas hujan. Bisa jadi ujung jilbab anda basah, dan kauskaki anda kotor. Semoga ada mbak-mbak baik yang mau menghibahkan satu jilbabnya untuk anda. Kalau benar ada, jangan lupa bertanya nama dan nomor hape. Kalau lupa, yasudah doakan saja semoga Allah membalas kebaikannya.
  17. Gang-gang sempit, rumah berdempetan, mobil-mobil berparkir di jalan, kepulan asap knalpot dekat gerobak bubur ayam, asap rokok, banyak sampah, becek, bau selokan. Ya Allah, saya ndak mau tinggal di tempat seperti ini. Tata kota yang buruk. Sudahlah miskin, ndak sehat. Miskin, sakit, ndak punya uang, ndak bisa beli obat, nularin, ndak sembuh-sembuh, ndak bisa sekolah, ndak bisa kerja, ndak bisa kaya. Miskis terus. Yakin deh sistem kapitalis ya kayak gini. #ganti rezim, ganti sistem. Revolusi harga mati!
  18. Alhamdulillah di Jakarta masih ada warung nasi yang nggak jauh beda sama nasinya bu waginem. Ada kosakata makanan baru: nasi ulam. Oya, kalo anda beli bubur ayam pakai Styrofoam, lihat di dalamnya dikasih sendok apa enggak.
  19. SMP ANDALUS: SMP islam swasta di daerah jalan Bangka, Jakarta selatan. Saya tidak bisa menggambarkan gedung sekolahnya, karena kami masuk dari pintu belakang. Sempit sekali jalannya, bahkan di sebelahnya adalah lahan kosong yang penuh sampah. Di atas kotak infaq di dekat pintu masjidnya, bertumpuk bulletin al-islam dan ada pamflet kajian politik tentang khilafah. Agendanya bedah buku “FRASA GILA”, buku perdana salah satu kru LPM, perdana dibedahkan, dan perdana di Jakarta. Acaranya dipaksa asik dan dibuat semenarik mungkin. Sayangnya, siswa-siswa disana masih jadi korban sistem sekuler. Mereka bilang kerudung cuma perintah sekolah. Mereka bilang pacaran itu harus. Mentang mentang ketua BEM bilang acaranya adalah ‘berbagi’, ada tiga orang yang seneng banget pamer cowok pujaan mereka, dan mereka bilang “ini kan berbagi mbak”. “Wah, pagi-pagi udah ngeliat yang ganteng” “hush, ntar mbak-mbaknya marah lo”. Hedeh hedeh, naudzubillah. Kayanya dulu pas saya SMP nggak separah ini.

DSC02017DSC02002

To be Continued….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s