Catatan Mungil [05]

with dek Inas ::

>> ketika kamu gelisah bukan kepalang adikmu pergi sendirian naik bus, dia bilang dia ingin tidur padahal sebentar lagi harusnya dia turun dan oper ke bus lain, lalu smsmu tak berbalas lagi olehnya bahkan kau telfonpun tak bisa. Yakinlah kerisauanmu itu jauh jauh jauh lebih ringan daripada kekhawatiran kakak-kakak di gaza sana. Rudal, bom, peluru israel bisa merenggut nyawa siapapun, sewaktu-waktu.

>> Sedikit demi sedikit tanpa kausadari kekanakan adikmu itu mulai berkurang. Dan ingat, itu berkat ia sudah ngaji.

>> Kesadaran itu sekali lagi: mahal.
Pertama boleh saja kau rayu dan paksa adikmu untuk mau iku ngaji. Waktu ke waktu kau akan lihat perubahannya. Puisi buatannya berbau perjuangan. Lamat lamat ia akan temukan pencerahan untuknya, bahwa dakwah ini memang butuh, bukan disuruh.

>> Jika adikmu mulai mengantuk selama acara seminar ekonomi islam, ajak dia keluar ruangan. Kalau tidak mempan, hati-hati, tandanya dia hampir benar-benar tidak ingin kuliah di kampus ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s