Catatan Mungil [03]

Mba Ola, Salah satu wanita paling tegar yang pernah kutemui.

>> “Kesempatan untuk kuliah itu bisa datang kapan saja. Tapi kesempatan untuk merawat orang tua bisa jadi tidak akan datang dua kali, ” katanya.

>> Di tengah persoalan pelik itu, ideologi itu masih membuatmu bertekad untuk tetap terus berada dalam barisan pejuang khilafah ini. Subhanallah!

>> Qadha Allah tidak pernah salah.

>> Tutup saja sumur belakang rumahmu itu, agar jilbab dan buku-bukumu tak bisa lagi dibuang kesana (baca= Semoga Allah segera beri yang terbaik)

>> Dia pergi lagi. Aku yang mengantarnya, aku yang terakhir kali melihat punggungnya. Tapi justru bersalaman saja kami tak sempat. Hati-hati mbak. We’ll meet again. Soon.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s