Antara Metopen dan Khilafah

Saat itu kuliah metopen alias metodologi penelitian.

Penelitian itu seperti sebuah pemeriksaan, peninjauan ulang, pencarian kebenaran, melakukan konfirmasi sesuatu. Penelitian itu tak ubahnya proses tabayyun mendalam yang kita lakukan untuk mengecek kebenaran fakta. Yaitu kegiatan yang berupaya menelusuri dan memecahkan suatu persoalan dengan menggunakan metode ilmu pengetahuan.
Banyak penjelasan dosen yang berhasil menyihir kami bahwa skripsi itu mudah. Sekedar dijadikan latihan menulis sesuatu yang bernilai argumen ilmiah.

Alhasil mayoritas dari kami (mahasiswa) bak diberi pereda rasa nyeri ketakutan membuat proposal skripsi.
Efek sampingnya keinginan melanjutkan tingkat s2 semakin kuat, ingin terus belajar, mengasah intelektualitas di bangku formal perkuliahan dan membuat berbagai jurnal internasional lalu membuat penemuan yang penting.

Kutanya kawan sebelahku, “Mbak, apa yang mbak pingin setelah penjelasan bu Siti?” Aku hanya mencoba menerka, dia mungkin akan menjawab seperti orang tadi, begitu menggebu memperoleh gelar pasca sarjana atau doktor.

Tapi tidak. Di tengah pergulatan mata kuliah metodologi penelitian ini, dia bilang, “Aku ingin khilafah cepat tegak, Fah! itu aja.”

Tadi paginya ia menangis di dekat satpam. Bukan karena problem pribadi, bukan galau karena banyak tugas, bukan marah karena zona nyaman ini tak jarang dijumpai manusia hermaprodit bermuka dua. Sekedar membaca berita di koran pagi itu. Dan dadanya tiba-tiba sesak dan pipinya basah.

“Tidak ada korelasi positif antara meningkatnya intelektual yang melakukan penelitian dengan menurunnya poblematika negeri. Kita butuh khilafah. Segera!”

One thought on “Antara Metopen dan Khilafah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s