Antara Metopen dan Khilafah

Saat itu kuliah metopen alias metodologi penelitian.

Penelitian itu seperti sebuah pemeriksaan, peninjauan ulang, pencarian kebenaran, melakukan konfirmasi sesuatu. Penelitian itu tak ubahnya proses tabayyun mendalam yang kita lakukan untuk mengecek kebenaran fakta. Yaitu kegiatan yang berupaya menelusuri dan memecahkan suatu persoalan dengan menggunakan metode ilmu pengetahuan.
Banyak penjelasan dosen yang berhasil menyihir kami bahwa skripsi itu mudah. Sekedar dijadikan latihan menulis sesuatu yang bernilai argumen ilmiah.

Alhasil mayoritas dari kami (mahasiswa) bak diberi pereda rasa nyeri ketakutan membuat proposal skripsi.
Efek sampingnya keinginan melanjutkan tingkat s2 semakin kuat, ingin terus belajar, mengasah intelektualitas di bangku formal perkuliahan dan membuat berbagai jurnal internasional lalu membuat penemuan yang penting.

Kutanya kawan sebelahku, “Mbak, apa yang mbak pingin Baca lebih lanjut

Iklan

Catatan Mungil [02]

>> Aku hanya ingin mencoba proporsional dan profesional. Kita membenci perbuatan maksiyat tanpa membenci pelakunya. Masih ada beban di pundak ini untuk senantiasa mengingatkan pada kebenaran dan berbagi kesadaran.

>> Aku bukan tanpa arah. Aku tahu arahku menuju surga. Hanya saja aku sedang memilah milah batu mana yang paling cantik dan kokoh untuk jalanku melompat kesana.

>> Temanku bilang, dia ingin bercerai denganmu. Apa kau mau? Mau saja, biar aku saja yang menikah denganmu. Gimana bahasa arab? Mau kan? Mau yaa?

>> Bahagia adalah ketika kau berfikir bahagia.