Akankah Engkau Kembali?

Rangkaian kata-kata puitis ilmiahmu dengan ringan keluar dalam setiap rentet penjelasanmu yang gamblang. Aku tertegun. Baru kali ini aku menemukan keindahan intelektualitas seorang guru, pembimbing, pengarah. Memadukan antara cantiknya sastra dengan bahasa ilmiah dan referensi serta kevalidan data. Lagi, aku tertegun tanpa sedetikpun kugeser bola mataku pada sesuatu yang lain. Andai aku sempat menulis semuanya, apa yang engkau ucap. Begitu rupawan, seperti dirimu. Meski tanpa ekspresi, meski miskin gerak. Engkau beri aku pembuktian ilmu dan tsaqafahmu yang mengakar di otakmu.
—–
Anganmu, angan kita. Hendak menjadikan segalanya sempurna. Tapi nampaknya kita lupa, bahwa dalam diri ini masih ada bekas hitam pendidikan sistem kapitalis. Karenanya mungkin kita tak bisa sesempurna itu, tapi kewajiban kita adalah memastikan generasi berikutnya mendapatkan jaminan kehidupan yang lebih baik, tidak seperti hidup kita saat ini.

Jika aku mampu aku ingin bertanya, sudahkah kau temukan pengganti? Tempat baru dimana engkau dapat berkontribusi dalam gerak dakwah jamaah? Dengan ketidaksempurnaan, aku akan terus tergopoh menyongsong cahaya. Aku memilih mengetahui banyak hal meski sedikit demi sedikit. Aku memilih melakukan berbagai rangkaian paralel, bukan rangkaian seri. 

Dengan ketidaksempurnaan diri, aku yakin islam yang kubawa ini sempurna. Aku bertekad terus mengembannya hingga lusa, hingga selamanya, dengan jamaah ini.

Akankah engkau kembali, Teh?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s