Pria Kecil Kami

Selayaknya anak kecil, ia biasa lakukan kebandelan laki-laki. Sekalinya pergi main bareng temen-temennya hampir selalu pulang sore. Entah bersepeda keliling kampung, entah menyusuri kebon, entah nyangkut di rental PS, entah nyemplung ke kali. Nginjak beling, kena ulat, ato insiden lainnya tak pelak sudah sering ia alami. Tak heran tubuh kurusnya banyak luka disana-sini, kulit gelapnya juga tak mulus.
Suatu siang, pria kecil itu pulang dari sekolahnya, SD Alam Mutiara Umat.
Sebelumnya, ia diantar jemput dengan motor. Butuh waktu sekitar sepuluh menit
menuju sekolahnya. Kini ia lebih suka bersepeda sendiri. Siang itu ia pulang terlambat. Wajah kusamnya penuh peluh, sebelah matanya yang sedang sakit bertambah perih. Rupanya ban sepedanya bocor sejak di sekolah, lalu ia tuntun sepedanya untuk pulang ke rumah. Padahal mudah saja ia telfon orang rumah untuk menjemputnya. Tapi katanya, “Itu sudah kufikirkan, tapi sebatas kufikirkan.”

Pria kecil itu penyuka sains. Aku ingat dia Baca lebih lanjut

Iklan

Pesan untukmu, Aktivis Dakwah!

Aktivitas dakwah merupakan aktivitas mulya shg tdk semua orang mendapatkan label tsb kecuali merekalah orang2 pilihan Allah atau yang disebut ‘uyunul ummah (mutiara ummat).

Akan tetapi ingatlah bahwa kita bukan seorang yang mencari label semata akan tetapi senantiasa ingat dengan falsafah MAZJUL MADDAH BIR – RUH shg kita akan menjadi orang2 yang lurus, ikhlas, dan punya keimanan Baca lebih lanjut

Pengantar BUKU : Jalan Baru Intelektual Muslimah (Visi Pembebas Generasi)

 Image

Semua bangsa tentu mendambakan lahirnya generasi berkualitas demi kejayaan peradaban mereka. Mereka tentu mengupayakan lahirnya generasi berkualitas, generasi  yang tidak hanya memiliki keahlian, melainkan juga memiliki kepribadian istimewa yang ditunjukkan oleh integritas pada nilai-nilai kebenaran. Kepribadian yang merupakan perwujudan pola pikir dan pola sikap yang benar dan luhur. Generasi berkualitas  akan membawa negaranya menjadi negara besar, kuat, dan terdepan. Generasi yang tidak akan menggadaikan negerinya diperas dan dijajah oleh penjajah asing demi untuk memperkaya diri, keluarga, atau kelompoknya. Sebaliknya, akan berani dan rela berkorban untuk melindungi negerinya dari cengkraman penjajahan dalam bentuk apapun. 

Buku yang ada di tangan pembaca saat ini ditulis di tengah keprihatinan terhadap kondisi generasi muda di Indonesia, negeri dengan penduduk mayoritas muslim. Namun ajaran Islam yang luhur tidak terlihat membentuk peradaban  bangsa ini. Yang lebih memprihatinkan, generasi mudanya pun ternyata mempertahankan budaya yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur ajaran Islam. Baca lebih lanjut

Kalo Cowo-Cewe sohiban

Kalo Cowok ama Cewek Sohiban…
Posted in Buletin GAUL Islam, Tahun II/2008-2009 by Ahmad Jibraan on the April 13th, 2009

edisi 077/tahun ke-2 (17 Rabiul Akhir 1430 H/13 April 2009)

Senang deh rasanya kalau hidup kita dikelilingi banyak teman. Kita yang diciptain Allah Swt. sebagai manusia, yang makhluk sosial, pasti bakal jadi lonely kalau nggak ada orang yang mau nemenin perjalanan hidup kita, dengan segala suka dan dukanya, dengan semua cerita dan pengalamannya.
Kalau punya teman kan jadi ada orang yang bisa kita curhatin. Kita bisa cerita ke mereka apa yang kita rasain, yang kita pikirin. Dan sebaliknya, kita juga mesti siap untuk dijadiin tempat curhat mereka.
Untuk bisa dapet temen yang sehati dan sevisi emang nggak gampang. Pastinya nih kita kudu ngelakuin “audisi” dulu untuk bisa sampe dapet sohib yang terbaik buat kita. Kita kudu punya standar valid untuk sohib terbaik. Apa aja sih?

Pertama, mau saling menasihati dan membantu dalam kebenaran.
Bahasa kerennya sih mau ber-’amar ma’ruf nahi munkar, dan yang jelas benar atau salahnya didasarkan pada ketentuan Allah Ta’ala semata. Nyari sohib yang tipe begini jaman sekarang susah-susah gampang. Yang ada Baca lebih lanjut

Selamat Menempa Diri!

Hai, aku senang melihatmu hari ini. Kau tau, senang sekali. Hari ini kau nampak berbeda. Kau mulai kajianmu, dengan kau yang meminta, bukan dicari. Memang benar, karena kita yang membutuhkannya bukan kita yang sok dibutuhkan.

Aku salut,, kau punya keinginan kuat untuk berubah. Kau punya banyak impian yang ingin kau raih, tapi kau juga berazzam untuk bangkit. Di tengah kesibukanmu yang bertambah karena kau juga ikut organisasi dan mengajar les di luar, di antara gelimang aktivitas kecintaanmu dengan seleb idolamu. Kau mulai memahami bahwa kau membutuhkan jamaah yang bisa menjaga dan mengontrolmu,  menyediakan pengkajian rutin tsaqafah islam yang sulit kita pelajari sendirian. Kau mulai mengurangi kegiatan yang kurang bermanfaat dan berkeyakinan suatu saat kefanatikanmu terhadap artis itu bisa lenyap meski prosesnya tidak sekejap. Baca lebih lanjut