Hai, Cantik!

Saya punya teman yang dia katakan dirinya pandai meramal. Bukan meramal ala mama lauren beneran, sebenarnya dia itu cuma pandai menebak-nebak. Tentunya setiap tebakan dia kaitkan dengan informasi yang ia dapat. Jadilah dia suka menganalisis seseorang. Okelah, saya nggak ngomong dia peramal, tapi analis. Lalu apa hubungannya dengan judul tulisan ini? Dia jadi peramal atau analis, nggak ada hubungannya kok dengan cantik ato nggak cantik. Masa saya mau bilang orang cantik adalah orang yang pandai menganalisis? Ya nggak geto juga kalee.

Teman saya satu itu juga suka menilai orang, cantik-nggak-nya. Dia sih nggak pernah ngomentarin orang lain jelek ato biasa-biasa aja, tapi kalo ketemu yang cantik versi dia, pasti dia heboh (lebay) bilang akhwat yang itu cantik!

Teman saya yang lain lagi, dia punya empat list akhwat yang seandainya teman saya itu jadi ikhwan, dia pingin menikahi keempatnya. Saya pernah nanya ke dia, tapi lupa jawaban dia apa. Yang jelas bukan karena dia lesbi. Na’udzubillah. Oya saya jadi inget pernah baca tulisan yang intinya kayak teman saya yang ini. Dia ngelihat akhwat yang menurut dia cantik, trus saking subhanallah-nya, pingin kali jadi kaya akhwat yang itu. Tapiii, cantik yang seperti apa nih??? That’s the point!

Saya juga pingin jadi akhwat yang baik versi saya. Yang pasti ngaji en dakwahnya kenceng, trus retorikanya bagus en pinter ngomong, prestasi akademik juga di atas rata-rata, pinter nulis, pinter masak, supel, akhlaknya baik, rajin, disipilin, dewasa tapi asik. Itu sih cantik versi saya.

Banyak orang bilang, cantik itu dari fisik. Kulit putih, wajah bersih, hidung mancung, gigi rapih, bibir merah, bulu mata lentik, de es be, pokoknya dari fisik. Ada yang bilang, akhwat itu cantik kalo pinter masak. Ada yang bilang, cantik itu kalo dewasa, keibuan, sayang anak kecil, nggak manja. Ada yang bilang gini, gitu, dll.

Padahal..

Ya, terserah para akhwat yang terlalu keukeuh memoles dirinya agar nampak cantik secara fisik. Kalo udah cantik mah, monggo syukuri dengan bener. Inget kan, sombong itu ada dua: merendahkan orang lain dan enggan menerima kebenaran. Jangan ngerasa diri paling cantik dan cuman pantes bertemen sama yang cantik aja. Jangan ngerasa bangga kalo kita banyak fans, mungkin banyak ikhwan iseng, ato bahkan banyak yang nyoba khitbah. Tapi bukan berarti kita harus memperjelek diri. Setidaknya kita udah berusaha untuk nggak tabarruj kan, kaga dandan berlebihan, juga kaga pake jilbab maupun asesoris yang berlebai-lebaian juga.

Untuk fisik, cantik itu relatif. Toh kita tetap menjadi yang tercantik bagi orangtua kita dan bagi seseorang nanti. Jadi nggak perlu ngeribetin kelemahan-kelemahan fisik kita. Nggak perlu pusing bin puyeng mikirin update fashion terkini juga. Yang pasti, sholehah itu cantik.Meski yang cantik tidak semuanya shalehah. Karena cantik itu dari dalam diri. Maka untuk urusan ini, cantik itu harus shalehah. Kudu cantik aqliyah dan nafsiyahnya, ya karena cantik itu agar tidak relatif, maka lihatlah syakhsiyahnya (kepribadiannya). Yang penting akhwat itu cantik kalo dia bisa nyelesain semua permasalahannya dan permasalahan sekitar dengan islam. Dia pegang teguh tali agama Allah kenceng-kenceng, dia berupaya nggak jatuh ke jurang kemaksyiatan. Fisiknya tak harus cantik, tapi hatinyalah yang jelita. Aqliyah dan nafsiyahnya dipadu dan selalu dalam usaha penambahan dan pematangan setiap saat.

Yang nggak mau nutup aurat itu nggak cantik. Yang nggak nutup aurat pake jilbab en kerudung juga nggak cantik. ‘ Yang tabarruj juga nggak cantik. Yang khalwat dan ikhtilat itu nggak cantik. Yang nyontek nggak cantik. Yang suka ghosob juga nggak cantik. Yang mengidolakan artis kafir juga nggak cantik.Yang masih mau pacaran itu nggak cantik. Yang ikut melanggengkan sistem selain buatan Allah juga nggak cantik! Yup, yang cantik itu yang terikat dengan syari’at!

Jadilah dirimu, jadilah kamu yang cantik karena taat. Hai, cantik.. Show your inner beauty!

 

iff_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s