18092012: Refleksi Dua Tahun

Dia bukan lagi anak delapan belas tahun yang menangisi keluarganya pergi, dua tahun yang lalu.
Dia bukan lagi anak lulus SMA yang menangisi keterpisahan dengan orang terdekatnya, dua tahun yang lalu.
Ternyata, waktu dua tahun itu cukup mengubah banyak hal darinya.
Waktu dua tahun itu cukup menyembuhkannya dari luka batin ulahnya sendiri.
Waktu dua tahun cukup membentuknya menjadi sosok yang cukup berbeda.
Dia tak berkata ‘sedikit’ atau ‘banyak’. Dia mensyukuri kondisinya sekarang, tapi tetap selalu berharap peningkatan levelnya terus berlanjut.
syukur.. Alhamdulillah.
Setiap level yang dia tempuh memiliki job dan tantangan masing-masing. Seiring waktu, dia baru benar-benar menyadari bahwa masalah-masalah akan mendewasakan seseorang. Tapi virus badmood masih sering mengganggunya. Dia katakan pada dirinya sendiri, “Urusan kecil bin ecek-ecek aja udah letoy en bad mood? dasar nggak cerdas!”. Dia katakan pada jiwanya, untuk ceria, bersemangat, tapi tetap serius. Meski sekali waktu dadanya sesak menahan tangis yang ia tak tau apa alasannya. “I just wanna cry, but I dunno why”. Kadang dia bingung melampiaskan tangisnya dimana, karena Hamfara tidak sesepi dua tahun yang lalu. Tidak, adakalanya dia menganggap tak setiap tangisan harus dikeluarkan. Dia pun tau, tidak mungkin menangis itu tidak ada alasannya. Tidak mungkin kita lakukan sesuatu tanpa ada alasan. Maka dia berusaha tangisnya pun karena sesuatu yang patut ditangisi, bukan menangisi hal yang ecek-ecek.
Bismillah, semuanya berproses.
Dia yang sekarang adalah pilihan-pilihannya dua tahun yang lalu, hal-hal yang ia lakukan untuk memproses dirinya menjadi dia yang sekarang. Dia yang sekarang sedang berproses menjadi lebih baik, lebih kuat, lebih ideologis dari sebelumnya. Hmm. kira-kira jadi seperti apakah dia dua tahun mendatang? Pilihan-pilihannya sekaranglah yang menentukan..Hwaiting yoo! Be an inspiring person! Fight for Islam 4ever!

iff_

2 thoughts on “18092012: Refleksi Dua Tahun

  1. Dua tahun ke depan adalah misteri,,Dia lah yang Maha Tahu,,Dia lah yang punya “rencana” terbaik untuk hambanya,yang PASTI terjadi,,kita hanya bisa berencana dan berharap,,Berharap dapat terlaksana,,Berharap yang baik untuk kita,,Berencanalah,,karena akan menjadi arah kita menjalani hidup ini,,Semoga rencana saya juga dapat menjadi kenyataan yang indah,,,,Amien,,,

  2. setuju…. gagal berencana artinya merencanakan kegagalan.
    kita nggak pernah tahu apa yang tertulis untuk kita, yang kita tahu apa yang bisa kita lakukan sekarang. Berbekal petunjuk akan jalan kebenaranlah, kita berjalan dan berencana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s