Just Go Like Clockwork

24 agustus 2012

Kemarin sore aku buat keputusan ini: balik ke jogja naik motor sendiri, hari ini.Biasanya kalo udah plan balik, pasti nggak pengen cepet2 balik. Makanya ini dibuat dadakan. Juga berbagai alasan lain.

Pagi-pagi, abii cari-cari baut. Ternyata buat ngegantiin baut plat motorku yang lepas sejak di jogja. Abii juga manasin motor dan mengecek kondisinya. Umi liatin speedometer, sudah tempuh jarak 17474,5km. Artinya selama tujuh bulan dibawa ke jogja sudah tempuh 12ribuan km.

Umi menyiapkan segala yang kubutuhkan, dan berkalikali berpesan untuk selalu mengsmsnya setiap berhenti istirahat. Motor kubawa ke depan, aku menaikinya. Orangtua dan adik-adikku ada disitu semua. Terasa aneh. Lalu dek athif bilang, “ndang berangkato, mbak..selak nangis engko”. Ya, kustarter motorku, salam, dan berlalu. Aku tidak menoleh lagi, melihat dari spion pun tidak. Ada yang menggenang di pandanganku.

Kuhafal betul rumus jalanan yang dijelaskan abii semalam. Kutulis di kertas dan kubaca tiap lampu merah. Kutembus jalanan trenggalek. Berhenti pertama di pom bensin nglongsor. Ku-sms bunda tercintaku itu. balasannya, “atiati nduk, um titipkan dirimu pada Allah”. hiks, terharu.

Setelah pom bensin ini jalan mulai meliuk, ya saatnya mendaki gunung. Seperti yang pernah kuceritakan ketika aku dibonceng abii. Sepanjang perjalanan, aspal naik turun berkelok-kelok. Ternyata lebih asyik mengendara sendiri.

Tulungagung-trenggalek-ponorogo-purwantoro-wonogiri-gunungkidul-bantul.

Meski jalanan ramai karena arus mudik, yang penting hati-hati dan tidak nyasar, itu saja. Baru setelah melewati wonogiri, kulewati kampung-kampung yang sama sekali tak kukenal. Kutelusuri saja jalan yang mengarah ke klaten sampai aku berada di kabupaten sukoharjo. Tapi aneh, plang ke klaten tak muncul lagi hingga aku kembali lewat gunung kidul. Ah, nyasar juga. T.T tapi pasti ada jalan. InsyaAllah ada jalan..

Aku hanya terus melaju, dan bertanya pada bapak-bapak di pinggir jalan. Hingga kemudian aku sampai di patuk, gunung kidul. Alhamdulillah,setengah jam lagi sampai bangunjiwo.

Sampai di hamfara, asrama tak berpenghuni. Empat orang yang tak pulkam sedang pergi.

Lelah, langsung kuhempaskan badan ke kasur. Ya, itu langit-langit kamar asramaku yang tak kutinggali sepuluh hari. Aku tak sedang bermimpi. Kurenungi perjalanan tadi, aku tak yakin aku telah melewati jalan-jalan itu sendirian selama tujuh jam. Serasa rumah begitu dekat jika bisa ditempuh dengan motor.😀 serasa bukan aku.

komentar seorang teman, “udah di asrama va? gak mungkin naik motor sendirian, kan?” kubalas smsnya, “impossible is nothing.hehehe”

Iya, itu nyata kok. Aku meyakinkan diriku sendiri.

Satu perjalanan panjang, jika kau tak segera memulainya hasilnya nol. Jika kau tak berkeyakinan untuk segera sampai dan selesai, mungkin kau akan berhenti. Jika kau menyerah di tengah jalan, mungkin kau akan memilih kembali ke awal.

Jadi mulailah dari sekarang, yakin pada tujuan, dan jangan menyerah.

Seperti jalan keluar masuk hamfara yang gelap pada malam hari. jika kita ingin sampai di ujung jalan sana, sekarang saatnya berjalan. Setapak demi setapak kakimu melangkah di jalan gelap itu, fokuslah pada tujuanmu di ujung sana. Perjalanan yang awalnya kau kira mengerikan tak terasa singkat saja berlalu.

Just go like clockwork. Lakukan saja seperti yang dilakukan sang waktu, setiap detiknya ia lakoni hingga menahun.

Juga seperti dakwah, perjalanan ini masih panjang, pasti amanah semakin berat, pekerjaan semakin banyak. Segera lakukan amanah terdekat, punya tujuan dan yakin, serta jangan menyerah. Bismillah. Do everything cz Allah.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s