Pasir Putih dan Pesonanya

Sudah lama, sejak awal tahun 2012 saya pingin berkunjung ke salah satu pantai pasir putih di gunung kidul. Pasti, browsing dulu. salah satu pantai yang bikin saya kepincut, pantai Sundak. seperti ini foto pantainya yang saya dapat dari salah satu situs wisata yogyakarta.

Image

dan.. akhirnya, pada pertengahan Juli 2012 saya bisa menemuinya..

Image

kok beda ya? langit dan lautnya tak sebiru dan tak seindah dahulu.. cie. but, noprob lah. kite lah jaohjaoh kemarii, itu mungkin kata nafsiah.

Jadi ceritanya, kami emang pingin ngerefresh pikiran yang penat. Seperti yang pernah saya katakan, obat futur itu di antaranya ada tiga: baca buku, berinteraksi, dan tadabbur alam.

Yah, pas ngobrol2 di tempat PKL-an, ternyata  ibu bos dan mbak2nya yang disana cerita kalau mereka pernah ke pantai di Gunung Kidul pas tahun baru. hmm, ini termasuk manajemen reward buat para pegawai. Nah, mereka bilang perjalanannya hanya satu setengah jam sampe dua jam. Oke, sepulang PKL, kami langsung merancang semuanya, termasuk mengajak teman-teman yang lain. Ah, sayang mereka ngga bisa ikut, tapi kami tetap maju. Awalnya, yasudahlah, mastato’tu, semampunya aja, kalau setengah jalan udah kelenger ya pulang.

Kami berdua berangkat naik motor, sekitar pukul enam pagi. Jalanan Gunung Kidul memang sarat dengan tikungan, itulah serunya. Tak terasa pukul tujuh lebih kami sudah memasuki kota wonosari. Kami mampir toko sebentar, sambil ganti menyetir, lalu berangkat lagi. Setiap orang yang kami tanyai pasti tau dimana letak pantai. Bahkan ada bapak-bapak yang langsung berkata, “Pantai ke kiri mbak”, padahal kami baru berhenti di hadapannya belum bertanya. Ada bapak-bapak lain yang bilang, “Pantai sekitar 7 km lagi mbak”. Wah, kami semakin semangat. Anehnya, kami berjalan lebih dari 10km, tapi tak nampak hawa pantai sedikitpun. Hanya bukit. Sepertinya masih jauh, tapi enjoy-in aja, jalanan juga masih sepi. Di antara bukit-bukit ini, kami temui orang-orang menarik. Bapak2 dan ibu2 yang sudah berumur berjalan kaki sambi memakai capil dan membawa sabit, ntah mereka berduyunduyun pergi meladang atau apa. Ada pula serombongan pesepeda gunung. Wuih, di jalanan naik turun meliukliuk ini rupanya menjadi daya tarik para bikers. Juga ada rombongan mobil antik, meski cuma ada empat mobil rombongan. Dan ada lagi rombongan vespa-vespa antik yang dipasangi boncengan samping. hmmm. Antik-antik.

Lebih dari setengah jam, kami sampai di pintu pantai. Ah, kami kalah pagi dengan penjaganya. Bayar deh karcis, goceng perorang. Ternyata di speedo terhitung sekitar 20km jarak pantai dari tempat bapak tadi. Pantai yang paling pertama kami temui adalah pantai indrayanti. Ramai sekali. Akhirnya kami melaju ke timur, dan kami menemukan pantai Sundak ini. Dua pantai setelah pantai indrayanti.

Image

Sebenarnya keadaan aslinya tidak sekusam foto kok. Kami ga bawa camdig sih, terpaksa jeprat jepret nya pake kamera hape 2MP. Mungkin juga karena faktor kurang cerahnya langit hari itu, sehingga laut tampak tidak terlalu biru.

Image

Image

Inilah salah satu tanda keagungan Pencipta dan kehebatanNya. Lebih dari cukup mengobati kebosanan rutinitas seharihari dan Lebih dari cukup mengobati kebosanan pantai-pantai pasir hitamnya jogja. Lebih dari cukup untuk membayar lelahnya dua jam berkendara kami kesana.

Kami di pantai, dan katanya berani basah itu baik. Rugi rasanya kalau tidak main air. Gak ngreken komentar orang meski kami pakai jilbab(gamis) dan berkauskaki.

Oya, ketika di pantai kami juga bertemu beberapa rombongan lagi pastinya. Salah satu rombongan dari semua pengunjung yang ada adalah rombongan aktivis. Celana ngatung, berjenggot, jaket hitam, ransel. Ntah dari harakah apa.

.Image

Lihat karang-karang berlumut itu dangkal. Bahkan jika hari sudah siang dan air surut, karang-karang itu membuat air laut terlihat seperti terasiring. Subhanallah. Ombaknya juga kecil, dengan santai kita bisa berjalan ke tengah tanpa takut jilbab kita benar-benar basah seutuhnya.

Image

Katakanlah, Allah itu pencipta alam segala sesuatu. Dialah yang maha Esa dan Maha perkasa.”
 (QS. Ar-Ra’du : 16 )
Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmusshaalihaat.

2 thoughts on “Pasir Putih dan Pesonanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s