Penentuan Awal Ramadhan ( kultweet ustadz Felix Siauw )

1. sebelum bahas “penentuan awal-akhir ramadhan”, perlu diketahui bahwa dlm Islam, kalender yg berlaku adl qamariyah (moon calendar)

2. berbeda dengan kalender umum skrg (gregorian calendar) yang jadikan matahari sebagai patokan | Islam dasarkan hitungan pada siklus bulan

3. karena satu siklus bulan = 29.5 hari, dan ada 12 bulan dlm kalender hijriyah, maka 1 tahun hijriyah = 354 hari

4. berbeda dengan kalender masehi yg 1 tahun = 365 hari | itulah mengapa id fitri maju setiap tahunnya kira2 11 hari

5. hitungan 1 bulan = 29.5 hari, ini sudah dikonfirmasi Rasulullah, “ketahuilah, setiap bulan tidak pernah lebih dari 30 hari” (HR Hakim)

6. kesimpulannya, satu bulan hijriyah itu 29 atau 30 hari, nggak pernah lebih dari 30 hari | begitu pula bulan ramadhan

7. nah, berikutnya | bagaimana cara kita menentukan awal bulan hijriyah? ini yg paling penting | caranya adalah liat siklus bulan Baca lebih lanjut

Iklan

Untuk Kalian yang Telah Mengazzamkan Diri

Kuwaru, 16 juli 2012

Ya, di pinggir pantai berombak besar itu, kalian berkumpul. Pagi hari ketika hawa dingin rasanya sampai menusuk tulang, tatkala matahari mulai menyembul ke atas di ufuk timur sana, tapi awan mengaburkan sinar oranyenya. Pagi itu kalian bertemu kembali dalam sebuah forum  pen-sinergisan gerak dakwah.

Gulungan-gulungan ombak yang kalian saksikan disana, lihatlah. Mereka berkejaran, mendebur pantai, menarik diri, lalu menghantam dengan lebih keras. Suaranya hampir-hampir mengalahkan suara kalian yang sedang berkoordinasi. Beberapa batang pohon ikut terseret ombak, lalu terbanting lagi ke bibir pantai.

Salah seorang dari kalian berkata bahwa kalian bukan lagi penumpang sebuah kapal. Sekarang, kalian menjadi nahkoda. Masing-masing dari kalian menjadi nahkoda bagi kapal-kapal kecil kalian masing-masing. Kalianlah yang kini bertugas mengemudikan kapal, mengatur layar, mengatur kecepatannya, Baca lebih lanjut

Curhatan Si Penghasut (jangan dibaca)

Hei kalian yang menyebut diri sebagai agen perubahan..

Perkenalkan, namaku penghasut. Tugasku menghasut kalian agar banyak melakukan hal mubah dan siasia, agar kalian lalai dengan tugas dan amanah kalian, ini satu jalan menggagalkan atau setidaknya menunda keberhasilan proyek besar kalian.

Raja tidur

Ayo, ayo, banyak-banyaklah kalian tidur. Kalian ini kan capek, tidur malam bahkan begadang karena nonton film. Gapapa kok, sekali-kali tidur siangnya lama. Sekali-kali setelah subuh tidur lagi, itu tidak masalah.. (hahahha..aku akan membuat kalian punya habit banyak tidur. Kalian takkan merasakannya, aku akan menghasut kalian sedikit demi sedikit) oh, lihat itu, teman kalian tidur. Amir/amiroh kalian juga tidur. Pembina kalian pun tidur. (hh, lagi-lagi kalian begitu terpedaya dengan figuritas. Ampuh sekali untuk melemahkan kalian. Dasar tukang tidur. Sekali kalian membiasakan diri untuk tidur lagi setelah subuh, maka dengan mudah aku menghasut kalian lagi esok hari. tenang saja, aku takkan lelah menggodamu) Baca lebih lanjut

Pasir Putih dan Pesonanya

Sudah lama, sejak awal tahun 2012 saya pingin berkunjung ke salah satu pantai pasir putih di gunung kidul. Pasti, browsing dulu. salah satu pantai yang bikin saya kepincut, pantai Sundak. seperti ini foto pantainya yang saya dapat dari salah satu situs wisata yogyakarta.

Image

dan.. akhirnya, pada pertengahan Juli 2012 saya bisa menemuinya..

Image

kok beda ya? langit dan lautnya tak sebiru dan tak seindah dahulu.. cie. but, noprob lah. kite lah jaohjaoh kemarii, itu mungkin kata nafsiah.

Jadi ceritanya, kami emang pingin ngerefresh pikiran yang penat. Seperti yang pernah saya katakan, obat futur itu di antaranya ada tiga: baca buku, berinteraksi, dan tadabbur alam.

Yah, pas ngobrol2 di tempat PKL-an, ternyata  ibu bos dan mbak2nya yang disana cerita kalau mereka pernah ke pantai di Gunung Kidul pas tahun baru. hmm, ini termasuk manajemen reward buat para pegawai. Nah, mereka bilang perjalanannya hanya satu setengah jam sampe dua jam. Oke, sepulang PKL, kami langsung merancang semuanya, termasuk mengajak teman-teman yang lain. Ah, sayang mereka ngga bisa ikut, tapi kami tetap maju. Awalnya, yasudahlah, mastato’tu, semampunya aja, kalau setengah jalan udah kelenger ya pulang.

Kami berdua berangkat naik motor, sekitar pukul enam pagi. Jalanan Gunung Kidul memang sarat dengan tikungan, itulah serunya. Tak terasa pukul tujuh lebih kami sudah memasuki kota wonosari. Kami mampir toko sebentar, sambil ganti menyetir, lalu berangkat lagi. Setiap orang yang kami tanyai pasti tau dimana letak pantai. Bahkan ada bapak-bapak yang langsung berkata, “Pantai ke kiri mbak”, padahal kami baru berhenti di hadapannya belum bertanya. Ada bapak-bapak lain yang bilang, “Pantai sekitar 7 km lagi mbak”. Wah, kami semakin semangat. Anehnya, kami berjalan lebih dari 10km, tapi tak nampak Baca lebih lanjut

tanyakan pada yang terhimpit waktu

Sakit.

Iri.

Kami hanya iri melihat kalian para pemilik waktu-waktu luang. Kalian bisa memiliki waktu-waktu lapang. Harusnya kalian bersyukur. Lihatlah kami, waktu begitu jahat pada kami. Kami tak ada waktu lebih untuk belajar dan membaca, memantau berita, berdiskusi di facebook, tak banyak waktu untuk hafalan, bersusah payah berkorban demi kajian dan koordinasi di selasela waktu yang hampir tak bersisa, nyaris tak ada waktu untuk berdakwah membuat tulisan.

Kami hanya iri terhadap kalian. Kalian bisa banyak menghafal, membaca buku dan berita, menulis. Semua itu untuk upgrading diri. Kalian bisa pergi ngaji dengan persiapan yang optimal karena kalian punya banyak waktu. Kalian bisa dengan mudah janjian bertemu dengan obyek dakwah kalian.

Sedangkan kami? Baca lebih lanjut

Lebih manis dari delima

Cerita ini terjadi pada masa tabi’in. Ada seorang budak, taruhlah namanya fulan. Majikannya memerdekakannya karena kejujuran fulan dan keluhuran budi pekertinya. Setelah itu, fulan bekerja pada seorang yang sangat kaya raya sebagai penjaga kebun delima.

Suatu hari, sang pemilik kebun memanggilnya, “Fulan, tolong petikkanlah delima yang paling manis dan masak untukku”. Fulan langsung menuruti perintah tuannya. Tapi begitu tuan memakan delima yang dipilihkan fulan, ternyata delima itu belum masak dan sama sekali tidak manis. Sang pemilik kebun marah, “Fulan,apa kamu tidak bisa membedakan delima yang manis dan delima yang masam?” “Maafkan saya tuan, saya belum pernah memakan delima, bagaimana saya bisa membedakan mana yang manis dan yang masam?”, jawab si fulan. “Apa? Kamu sudah bertahun tahun menjaga kebun ini dan kamu bilang tidak pernah memakan buah delima? Beraninya kamu berkata seperti itu.” “Demi Allah tuan, saya tidak pernah mencicipi satu buah delima sekalipun dari kebun tuan. Bukankah tuan menyuruh saya menjaga kebun, tidak untuk mencicipinya?” pemilik kebun itu diam.

Tapi sang pemilik kebun itu tidak langsung percaya, ia menanyakan kepada Baca lebih lanjut

give me your attention, please..

saat itu, umii dan abii sedang asyik mengobrol. asyik sekali. seperti biasa, dek nashrin caper. dia lalu memanggili umii abii, dan menyuruh umii abii diam. “umii diam, abii diam..” sejenak kemudian umii abii pun diam, menghadapkan wajah kepada anak bungsu mereka yang umurnya belum ada lima tahun itu. nashrin memang suka bercerita. dan seperti anak-anak lain, ia suka sekali diperhatikan. setelah yakin orangtuanya mendengarkan dia, nashrin mulai bicara lagi,”temenku.. temenku…….” sepertinya dia ingin menceritakan temannya sekolah tadi, hmm, apa ya, umii abii mulai penasaran. nashrin menengok ke kiri dan kanan, tak ada siapapun, kecuali barang2 yang biasanya berada disitu: lemari, meja, tivi, mainan, sepeda kecilnya, dan aquarium. umii abii terus memperhatikan polah nashrin hingga kembali dia bersuara, “temenku……….temenku………………………… temenku ikan.”