ORASI: Khilafah Islam Adalah Arus Perjuangan Intelektual

Berikut teks orasi perwakilan dari BEM STEI HAMFARA, yang menjadi salah satu orator undangan dalam acara ORASI PERADABAN ISLAM #4 yang digelar 17 Juni 2012 lalu oleh muslimah hizbut tahrir di halaman utara maskam UGM.

—-

Salam perjuangan wahai kaum muslimah sadar yang peduli,

salam perjuangan wahai pencetak generasi cemerlang,

wahai aktivis muslimah, para pemikir,

para pemberi sumbangsih dalam pertarungan memenangkan islam agar merajai dunia kembali,

yang rela mengorbankan waktu, mengorbankan harta bahkan nyawa sekalipun,

wahai para calon penghuni surga,

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.

Mahasiswi dan intelektual muslimah rahimakumullah..

Setiap bangsa tentu menginginkan lahirnya generasi berkualitas yaitu generasi cemerlang, bukan generasi pragmatis. bukan generasi bebek, bukan generasi copas, bukan generasi plagiat.

Namun yang terjadi generasi kita suka mengekor barat, senang meniru budaya lain, generasi ini dicap tak punya prinsip.Lalu relakah Anda mendapat julukan seperti itu? Relakah Anda menjadi bagian dari generasi pragmatis? Yang hedonis, materialistis, individualis dan apatis. Rela tidak?

Setiap bangsa tentu menginginkan lahirnya generasi berkualitas, generasi cemerlang. Yakni generasi yang hebat, kuat, mandiri, teguh pendirian, dan berkepribadian tinggi. Tiada lain dan tiada bukan ialah generasi islam yang benar-benar serta sungguh sungguh menjadikan islam sebagai jalan dan pandangan kehidupan.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menyadari pentingnya melahirkan generasi  cemerlang berkualitas pemimpin. Yakni generasi yang dengan karakter istimewanya, cerminan islam dalam dirinya mampu membawa kebangkitan. Generasi yang bisa diharapkan menjadi penerus mewujudkan kemandirian bahkan kepemimpinan umat di kancah internasional. Generasi pemimpin yang tidak akan menggadaikan aqidahnya hanya demi iming-iming kebahagiaan semu.

Saudariku, para intelektual muslimah..

Menjadi generasi cemerlang inilah tugas kita para intelektual muslimah, yang menjadikan aqidah islam sebagai basis perjuangannya,  tugas kita sebagai moral force, sebagai iron stock, sebagai agent of change, bahkan sebagai brain of change. Agen perubahan, otak perubahan atas kondisi umat yang saat ini terpuruk.

Perubahan seperti apa? Dengan kapitalisme atau islam? Dengan demokrasi atau islam?

Islam. Islam adalah ideologi. Satusatunya ideologi yang benar, yang merupakan jalan benderang yang diberikan oleh Allah danmendapatkan garansi langsung dariNYA, Sang Pencipta. Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, menebar rahmat bagi seluruh alam, semua warga dunia dan segala isinya. Islam mampu menyelesaikan segalagala masalah. Islam mampu menjawab tantangan dunia modern.  Dan islam mampu berjaya, menjadi mercusuar dunia di segala bidang termasuk pendidikan, menguasai dunia sesuai janji Allah dan bisyarah rasulullah.

Inikah yang  kita saksikan, saudariku? Inikah yang terjadi di dunia islam?

Kenapa tidak? Karena islam diterapkan secara tidak sempurna dan tidak menyeluruh. Bani israil saja disindir Allah di surat al baqarah ayat 85 Afatu’minuuna bi ba’dhil kitabi wa takfuruuna biba’dhi? Apakah kalian mengimani sebagian kitab dan mengingkari sebagian lain? Apakah kita juga ingin begitu?

Disinilah urgensi khilafah, yaitu menerapkan islam secara holistik dan fundamental melalui jalur konstitusional sehingga umat islam mampu bebas menghambakan diri kepada Allah semata, bebas melaksanakan aturan-aturan Allah, dan terbebas dari jebakan kapitalisme liberal. Afahukmul jahiliyyati yabghun, wa man ahsanu minallahi hukman liqoumi yuuqinuun. Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki. (hukum) siapakah yang yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin.

Islam telah terbukti empat belas abad mampu mensejahterakan, memberi rasa nyaman, aman, dan membawa kebahagiaan bagi seluruh alam, baik muslim, non muslim, hewan, maupun tumbuhan. Bahkan peradaban islamlah yang memberi sumbangsih besar atas kemajuan barat saat ini. seperti yang dikatakan Robert Briffault dalam bukunya “The Making of Humanity”: seluruh segi kemajuan perdaban di Eropa secara pasti dapat ditelusuri akarnya dari perdaban islam. Peradaban islamlah yang telah menghidupkan energi yang menggerakkan peradaban modern.

Karena itu jika ingin bangkit, jika ingin menyembuhkan generasi yang sakit, yang pragmatis, kita dan dunia membutuhkan islam sebagai ideologi dan sebagai problem solver atas semua masalah tanpa masalah. Solusi jangka panjang, bukan solusi parsial, bukan solusi dengan standar otak2 manusia yang subyektif, tapi solusi yang benar di mata Allah.

Aktivis muslimah yang dirahmati Allah..

Islam butuh khilafah untuk menjaga, menerapkan, dan menyebarluaskannya.

Khilafah butuh pejuangnya, yaitu umat islam itu sendiri. Maka wajib bagi kita, agent of change, para intelektual, untuk merubah pemahaman umat, untuk menyadarkan umat bahwa khilafah adalah wajib. Khilafah adalah kebutuhan. Dan khilafah merupakan janji dari Sang Maha Menepati Janji.

Setiap bangsa tentu menginginkan lahirnya generasi berkualitas yaitu generasi cemerlang, bukan generasi pragmatis. maka generasi cemerlang ini akan tumbuh, hidup, dan berkembang dalam sistem yang kondusif yakni sistem khilafah islamiyah yang mengikuti jalan kenabian.

Untuk itu, saatnya saya, Anda, kita semua untuk segera melakukan perubahan. Perubahan menuju kebangkitan hakiki, diterapkannya islam secara global dan universal sebagai tatanan kehidupan. Apa langkah nyatanya? Dakwah, wahai saudariku. Dakwah kepada syariah dan khilafah.

Saya tidak tahu apa yang ada dalam benak Anda, apakah sudah banyak yang berniat sungguh sungguh dalam perjuangan islam ini, atau hanya kobaran semangat sesaat, atau masih ada yang berfikir khilafah ini utopis. Saya tidak tahu, tapi Allah yang menyaksikan siapa-siapa di antara Anda yang tergugah nuraninya, yang bangkit pemikirannya, yang tercabik hatinya melihat kemungkaran dan pelanggaran hukum Allah, yang merasakan kerinduan mendalam akan tegaknya khilafah islamiyah.

Lalu apa lagi yang ditunggu, sahabat Anas bin Malik saja tidak mau menyiakan waktu untuk memenuhi panggilan jihad untuk memakan beberapa butir kurma. Beliau langsung membuang kurma-kurma itu dan berlari menuju medan jihad. Apa yang kita tunggu? saatnya membangkitkan para intelektual, meluruskan ideologi yang salah, menyadarkan umat, membongkar perangkap dan tipu muslihat pengingkar hukum Allah, saatnya bersinergi dan berjamaah untuk mewujudkan khilafah. Khilafah islam adalah arus utama perjuangan intelektual. Maka saatnya berkontribusi. Siapa lagi kalau bukan kita, dan kapan lagi kalau tidak sekarang. Takbiir!!

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.

2 thoughts on “ORASI: Khilafah Islam Adalah Arus Perjuangan Intelektual

  1. Ad Daulatul Islamiyah Melayu
    Khilafah Islam Akhir Zaman

    Kami mengundang Kaum Mukminin-Mukminat
    Dari seluruh Dunia untuk bergabung bersama kami

    Menjadi Tentara Islam dan Mari Berjihad dalam Khilafah Islam
    demi Tegaknya Kedaulatan Dinul Islam.

    Tinggalkan Semua Kemusyrikan Mari Menjadi Bagian Bangsa Islam berdasar Aqidah Islam
    dan Kini Saatnya Meledakkan Api Jihad Akhir Zaman Mari Perangi Para Mulkan Jabriyan

    Kunjungi Undangan kami
    Kehadiran Anda kami tunggu di
    di http://khilafahislam.de.pl

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s