Step by Step Love Learning Arabic

Bahasa Arab. Betapa saya ingin sekali mahir berbahasa arab. Semakin saya mengkaji islam, saya semakin merasa butuh bahasa arab. Betapa untuk memahami dalil-dalil hukum, untuk menarik hukum darinya, tidak bisa tidak harus bisa bahasa arab. Betapa untuk mengetahui letak kesalahan para liberal dalam menafsirkan dalil, dibutuhkan ilmu ushul fiqh yang membutuhkan bahasa arab. Betapa untuk sekedar menjadi muqallid muttabi’, saya (kita) harus mengetahui dalil-dalil landasan para mujtahid. Betapa untuk mudah menghafal qur’an dan hadits adalah dengan faham ilmu nahwu-sharaf. Betapa untuk membuat shalat kita khusyuk, kita harus tahu makna-makna bacaan shalat .

Ah, ternyata baru sekarang saya memahami itu. Kenapa dulu saya nggak nyantren ya? Itu juga baru saya sesali sekarang>.<

Yah, katakanlah saya emang baru nyadar pentingnya bahasa arab. Karena dulu meskipun udah ngaji, tapi belum ada feel ke bahasa arab. Jadilah saya waktu itu ngga memanfaatkan abi buat ngajarin bahasa arab ke saya. Dulu saya juga ngga ngiri-ngiri banget sama adek saya yang udah bisa casciscus ngomong bahasa arab. Perlu dipertanyakan juga sih, kenapa berfikir politisnya baru muncul sekarang…

Kebanyakan orang masih meremehkan bahasa arab. Apalagi bahasa internasional saat ini adalah bahasa inggris. Walopun kita tetep butuh juga sih bahasa inggris tu, buat ngedakwahin foreigner yang pasti. Tapi bukan bearti bahasa arab disepelekan tho. Karena ini termasuk cara yang dipakai orang kafir agar kita umat islam semakin jauh dengan islam. Kalo udah pada ngga bisa bahasa arab, kaga tau isi al qur’an dan as sunnah, kaga ada yang ijtihad, ya makin mundurlah umat islam. Sama kayak pas runtuhnya daulah khilafah utsmaniyah dulu.

Di hamfara, bahasa arab dijadikan materi ma’had. Mahasiswa (santri) hamfara diklasifikasikan menjadi tiga kelas ma’had. Ula,tsani, dan tsalits. Nah, ini harus bisa dimanfaatkan untuk belajar bahasa arab meskipun njomplang kalo dibandingkan dengan pesantren pada umumnya. Hehe, ya, setidaknya belajar mencintai bahasa arab deh.

Nah, di bawah ini ma’had kelas tsani akhwat. Gambar atas ketika pelajaran sharaf dengan ustadzah bede, dan yang bawah adalah pas tahsin sama ustadzah nuhbah.

Image

 

Image

Sayangnya, fasilitas ini tak banyak dimanfaatkan secara optimal oleh santri. Hmm. Merupakan PR yang cukup berat bagi pihak pesantren dan pembinaan untuk menyadarkan n mendisiplinkan santri. Emang perlu dibina-sakan pemikiran2 underestimate bahasa arab seperti itu. Perlu dibina-sakan juga anggapan bahasa arab hanya untuk keren2an ngomong, karena bahasa arab digunakan untuk berfikir tasyri’i. Yakni berfikir dengan menggunakan dalil-dalil syara’ yang kemudian dapat digali hukum dari dalil2 tersebut berbagai solusi kehidupan.

Jadi, nyok ma’had.

Eh, tapi udah libur ya.😀 Cinta bahasa arab ngga neh?

Trus piye? Ya pokoke yok belajar bahasa arab!! sebagai tuntutan ideologi..ehm.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s