Mungkin Kami dianggap Gila!

Kami mungkin dianggap gila. Sama gilanya dengan kisah seorang anak.

Dia seorang murid SD. Suatu ketika di kelas menggambar, guru menyuruh murid-muridnya menggambar menggunakan kerayon warna-warni. Sang guru melihat anak-anaknya menggambar dan mewarnai macam-macam gambar binatang lucu-lucu. Tapi ada seorang anak yang di satu lembar kertas gambar itu dia hanya memblok kertas itu dengan kerayon hitam. Kerayon hitam saja, penuh. hingga teman-temannya pulang, anak itu terus mewarnai kertas-kertas lain menjadi hitam. Ini terus berlanjut di rumah. Guru dan orang tuanya heran.  Anak itu terus mewarna, mewarna, dan tidak ada kerayon yang dipakai selain hitam.  Orang-orang menganggap anak itu gila hingga dibawa ke rumah sakit. Di hadapan psikiater, anak itu terus saja mewarnai kertas-kertas yang lain. Hingga di bangsal kamarnya berserakan kertas kertas hitam. Dia tidak masuk sekolah beberapa hari. Dokter menyerah. Orangtuanya tak tau harus berbuat apa. Sampai suatu ketika, orang tua dan suster perawatnya menyadari sesuatu. Ada sebagian kertas yang tidak diwarna penuh. Beberapa kertas yang tidak diwarna penuh dengan hitam itu karena membentuk pola. Semua kertas yang  diwarna anak itu dikumpulkan. Dan layaknya puzzle, kertas-kertas hitam itu disusun. Terwujudlah sebuah gambar besar nan mengagumkan. Gambar seekor paus hitam raksasa. Subhanallah..

Sama juga dengan penganalogian ust. Felix. Sebuah desa terkena wabah penyakit kulit. Pemerintah desa setempat dan LSM-LSM membangun berbagai bakti sosial. Ada juga yang menyediakan obat-obatan serta mengobati gratis, ada yang menyumbang makanan, dan kebutuhan warga lainnya. Tapi ada satu kelompok yang tidak membantu. Anehnya kelompok ini justru menggembar-gemborkan kesalahan pemerintah desa. Katanya sih, wabah ini gara2 orang luar desa. Mereka menyalah-nyalahkan orang lain, mereka banyak berkata-kata tapi tak ada aksi. Mereka dibilang NATO (not action talk only) alias OMDO (omong doang). Tapi, kelompok ini menyelidiki apa sebenarnya yang menyebabkan wabah penyakit itu menjangkiti warga desa. Ternyata, air sungai sebagai satu-satunya mata air desa tercemar. Ada yang membuat antibodi agar kebal dari polusi air. Ada yang menciptakan penyaringan air. Tapi kelompok tadi menyelidi lagi dari mana asal pencemaran ini. Kelompok itu mendapati pabrik milik orang luar desa yang limbahnya mencemari sungai. Ini penyebabnya. Pemerintah desalah yang membiarkan pabrik asing berdiri di desanya, memanfaatkan sumber daya yang dipunyai desa itu, bahkan membuang limbah ke mata air warga desa. Kelompok ini menginginkan penyelesaian yang mendasar dari permasalahan yang ada. Bukan sekedar memberi makanan pada orang yang kelaparan untuk empat jam kemudian lapar lagi. Tapi kelompok ini memperjuangkan yang lebih besar dari itu, yang menjamin si kelaparan itu untuk seterusnya mendapat jaminan makanan bahkan lebih dari itu.

Meskipun untuk membangun yang “raksasa” itu lama. Meskipun merubah hal yang mendasar itu sulit. Tapi bukan tidak mungkin, kan?..

Seperti perjuangan menegakkan khilafah.

Mengusung ide khilafah. Memperjuangkan negeri islam itu, kami dicap gila. Perjuangan kami dibilang mustahil,utopis. Mimpi saja, katanya.

Padahal khilafah itu kewajiban dan juga kebutuhan. Tapi khayalkah??

Tidak, kawan.!!

Allah dan rasulNYA telah menjanjikan raksasa besar ini akan berkuasa lagi. Ia sedang tidur sekarang, ia akan bangun jika umat ini bangkit pula dari tidur panjangnya. Umat inilah yang wajib memperjuangkannya, umat ini yang butuh akan dirinya untuk memenuhi kesejahteraan mereka.

Khilafah akan segera kembali, kawan.

Dengannya, semua aturan islam bisa diterapkan. Tidakkah kau yakin aturan Allah adalah peraturan hidup terbaik untuk manusia? Tidakkah kau percaya aturanNYA dapat mensejahterakanmu?

Dengannya, semua negeri muslim bersatu. Tidak lagi tersekat oleh batasan nasionalisme semu. Tidak lagi tercerai berai. Kekuatan kaum muslimin akan berkumpul demikian besar. Tidakkah kau bergetar dengan energi itu? palestina akan selamat. Dengan khilafah, tanah suci kaum muslim itu dapat terjaga kembali. Energi kaum muslimin raksasa itu dapat mengalahkan amerika, bahkan yahudi.

Apa harapan kita itu terlampau tinggi?

Tidak. Sekali lagi Allah dan rasulNYA telah menjanjikan kemenangan islam dan berdirinya daulah khilafah kedua atas minhaj kenabian. Percayalah janji itu..

Sulit? Iya. Lama? Mungkin. Sia sia? Tentu TIDAK.

– iffah wardah –

usai training pengurus BEM, November 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s