Mungkin Kami dianggap Gila!

Kami mungkin dianggap gila. Sama gilanya dengan kisah seorang anak.

Dia seorang murid SD. Suatu ketika di kelas menggambar, guru menyuruh murid-muridnya menggambar menggunakan kerayon warna-warni. Sang guru melihat anak-anaknya menggambar dan mewarnai macam-macam gambar binatang lucu-lucu. Tapi ada seorang anak yang di satu lembar kertas gambar itu dia hanya memblok kertas itu dengan kerayon hitam. Kerayon hitam saja, penuh. hingga teman-temannya pulang, anak itu terus mewarnai kertas-kertas lain menjadi hitam. Ini terus berlanjut di rumah. Guru dan orang tuanya heran.  Anak itu terus mewarna, mewarna, dan tidak ada kerayon yang dipakai selain hitam.  Orang-orang menganggap anak itu gila hingga dibawa ke rumah sakit. Di hadapan psikiater, anak itu terus saja mewarnai kertas-kertas yang lain. Hingga di bangsal kamarnya berserakan kertas kertas hitam. Dia tidak masuk sekolah beberapa hari. Dokter menyerah. Orangtuanya tak tau harus berbuat apa. Sampai suatu ketika, orang tua dan suster perawatnya menyadari sesuatu. Ada Baca lebih lanjut

Iklan

tentang abii dan petualangan kemarin

“Wis tho nduk, pulango ae. Adhik adhikmu wis kangen i loo.. anggitmu.. abii barang yo kangen.. jumat wis balek yo gak popo..”

Dua minggu liburan semester tiga, kugunakan untuk menikmati kehidupan rumah selama 51 jam saja, diluar waktu yang kuhabiskan di perjalanan. Selasa (31 jan 12) malam, sekitar pukul 19.40 bis EKA-ku berangkat dari terminal giwangan. Pukul 12, sampai di rumah makan DUTA, Ngawi. Baru pukul 2 lewat, aku turun di Kertosono. Syahdan, ada bis trenggalek ngetem. Langsung saja aku naik tanpa ba bi bu. Lama aku menunggu kapan bis berangkat, aku sudah muak dengan asap rokok orang orang di depanku. Agh. Rupanya, bis ini ngetemnya lama, tapi jalannya ngebut banget, alhamdulillah, biar cepet nyampe. Nah, jam empat kurang, akhirnya aku menghirup udara rumah, setelah dijemput abii di terminal.

Lalu cepat saja, tiba tiba hari jumat datang. Pukul 1.12 dini hari, aku bangun gara gara bibirku jontor gede entah apa yang gigit. Udah kaya korban bom kata umii. Kami mulai bingung, apakah aku harus pulang sekarang atau besok, naik bis apa diantar abi, kalo misalnya besok bearti harus ijin musrifah, kalo naik bis bearti motornya kapan dikirim, kalo ga sekarang takutnya abi bakal susah nentuin waktu longgar, kalo sekarang, abi sedikit ga enak badan karena Baca lebih lanjut