Konferensi Intelektual Muslimah untuk Bangsa

Ini tentang KIMB, Konferensi Intelektual Muslimah untuk Bangsa yang digelar pada hari Ahad, 20 Mei 2012 lalu di graha wisma makara, Universitas Indonesia. 2000 intelektual muslimah (mahasiswa dan teknisi pendidikan) dari mancapulau dan berbagai belahan daerah penjuru nusantara hadir dalam acara bertajuk “Khilafah: Jalan Baru Melahirkan Generasi Cemerlang” yang diselenggarakan oleh MHTI ini.

sekitar pukul tujuh-an pagi, bis kami rombongan yogyakarta akhirnya sampai juga di pelataran sekitar wisma makara. Lega. Setelah sebelumnya kami beruyel-uyelan ngantri penuh sesak di kamar mandi masjid at-tiin TMII, gara-gara barengan sama rombongan palembang. Ngantrinya lebih parah ketimbang di asrama.

 

Image

Ini deretan bis-bis berbagai macam plat nomor yang diparkir di sekitar gedung konferensi. Oya, ada juga pak tifatul sembiring dengan mobilnya, lewat dekat bis kami.

Rombongan yogya cuma terdiri dari dua bis, untuk menyesuaikan kuota perdaerah yang telah dibagi karena target peserta hanya dua ribu orang. Jadilah dari hamfara Cuma tiga puluhan orang aja yang bisa ikut. Bahkan angkatan 2010 Cuma berenam. Saya sendiri secara dadakan baru h-2 ditawari untuk ikut oleh atasan (ceilah) kayaknya sih menggantikan peserta lain yang kaga jadi berangkat.

Image

Suasana depan graha makara sebelum peserta melakukan registrasi. Sejuk, rimbun, banyak yang jalan pagi. Bersyukurlah, karena jalan kami ke UI adalah demi hal yang lebih besar daripada kesehatan pribadi.

Dan, akhirnya kami masuk ke dalam gedung konferensi…

Image

Image

Subhanallah, saya berada di antara ribuan intelektual muslimah se indonesia. Bukan Cuma mahasiswi biasa, tapi aktivis yang insyaAllah telah siap untuk memperjuangkan kebangkitan islam yang sesungguhnya.

Ada enam speaker penuh semangat bara islam yang membacakan orasi. Di sela-selanya ada teatrikal yang menggambarkan mahasiswi jaman sekarang. Mulai dari si individualis, si study oriented, si pacaran maniak, si aktivis sebatas eksistensi diri, dan aktivis islam ideologis.

Itulah kondisi generasi kita saat ini. kontras sekali dengan generasi islam yang dulu.. remaja saat ini disibukkan oleh perkara remeh, hasil copas dari barat lagi. Padahal dulu, umur belasan tahun saja, intelektualitasnya itu,… manteb deh.

“..profil intelektual yang khas… semakin tinggi ilmunya, semakin tinggi kepeduliannya bukan hanya untuk kepentingan pribadinya, semakin tinggi ilmunya, semakin kencang dakwahnya, semakin kuat semangat juangnya, semakin tinggi pula kedekatan dengan Rabbnya…” begitu beberapa kalimat dari speaker kedua yang saya ingat. Ya memang gini muslim yang intelek. Beda kalo intelek tapi ngga didasari aqidah islam, tau deh keintelektualannya bernilai apa.

Nah, sebelum speaker yang paling spektakuler, kami break dulu untuk ishoma. Shalatnya sebagian di masjid UI. Kami menuju kesana dengan bis. Berikut panorama yang tercapture oleh lensa mata dan lensa kamera saya.

Image

Pembicara spektakulernya adalah Nazreen Nawas, dai HT Britain. Beliau orasi pake bahasa inggris.

Image   Image

“Pemuda Islam adalah orang-orang yang menolak ide egois individualisme dan materialisme, serta peduli terhadap urusan masyarakat mereka, umat mereka, dan dunia. Mereka memerintahkan hal yang ma’ruf, dan mencegah kemungkaran, dan berdiri melawan ketidakadilan dan korupsi di mana pun mereka menemukannya. 

Mereka adalah agen perubahan, berusaha untuk menghapus kesulitan, beban dan penindasan yang dihadapi umat manusia dengan Islam, karena mereka menyadari bahwa mereka memiliki solusi untuk berbagai masalah dunia di dalan Din mulia yang mereka bawa. 

Pemuda Islam adalah orang-orang yang menjaga Islam, yang senantiasa menyerukan kebenaran, dan memahami tugas besar mereka untuk menyampaikan Islam kepada umat manusia. Mereka adalah orang-orang memiliki ketajaman pikiran seperti Aisyah ra di mana telah hafal 2000 hadits pada usia 18 tahun. 

Mereka adalah orang yang kuat dalam berbicara seperti Ja’far bin Abi Thalib yang pada usia 20 tahun dapat memenangkan dari penguasa Habsyah, Najasy dengan kekuatan argumennya, yang dengan kekuatan karakter dari Fatima ra putri Nabi Saw yang berdiri kuat melawan para pemimpin Mekkah ketika mereka menganiaya ayahnya, dan dengan keberanian dari Abdullah bin Mas’ud seorang remaja berusia 14 atau 15 tahun tanpa rasa takut pergi ke tengah-tengah Quraisy untuk membacakan Al-Quran hingga ia dipukuli. 

Oleh karena itu saudara, pemuda Islam layak menjadi pemimpin umat manusia, memberdayakan dan memimpinnya dengan Islam, bukan para pembebek yang memeluk kebatilan,” urai beliau.

Oya ada yang lupa. Ada acara testimoni dari peserta. Aktivis mahasiswi dari palangkaraya, dari UI, dan dari Unair yang maju ke mimbar. Lagi lagi subhanallah deh.

Juga ada launching buku Jalan Baru Intelektual Muslimah, persembahan MHTI. Sebelum acara ditutup dengan doa, para penulis buku tersebut, dan perwakilan aktivis muslimah tiap pulau menandatangani ikrar intelektual muslimah.

Then, usai acara, waktunya kopi darat. Temu kangen bin reuni. Hmm.. memang ukhuwah dalam perjuangan ini serasa lebih manis. Istiqomahkan kami Ya Rabb, Wahai Maha Pembolak-balik Hati..

Image

Iklan

Mungkin Kami dianggap Gila!

Kami mungkin dianggap gila. Sama gilanya dengan kisah seorang anak.

Dia seorang murid SD. Suatu ketika di kelas menggambar, guru menyuruh murid-muridnya menggambar menggunakan kerayon warna-warni. Sang guru melihat anak-anaknya menggambar dan mewarnai macam-macam gambar binatang lucu-lucu. Tapi ada seorang anak yang di satu lembar kertas gambar itu dia hanya memblok kertas itu dengan kerayon hitam. Kerayon hitam saja, penuh. hingga teman-temannya pulang, anak itu terus mewarnai kertas-kertas lain menjadi hitam. Ini terus berlanjut di rumah. Guru dan orang tuanya heran.  Anak itu terus mewarna, mewarna, dan tidak ada kerayon yang dipakai selain hitam.  Orang-orang menganggap anak itu gila hingga dibawa ke rumah sakit. Di hadapan psikiater, anak itu terus saja mewarnai kertas-kertas yang lain. Hingga di bangsal kamarnya berserakan kertas kertas hitam. Dia tidak masuk sekolah beberapa hari. Dokter menyerah. Orangtuanya tak tau harus berbuat apa. Sampai suatu ketika, orang tua dan suster perawatnya menyadari sesuatu. Ada Baca lebih lanjut

tentang abii dan petualangan kemarin

“Wis tho nduk, pulango ae. Adhik adhikmu wis kangen i loo.. anggitmu.. abii barang yo kangen.. jumat wis balek yo gak popo..”

Dua minggu liburan semester tiga, kugunakan untuk menikmati kehidupan rumah selama 51 jam saja, diluar waktu yang kuhabiskan di perjalanan. Selasa (31 jan 12) malam, sekitar pukul 19.40 bis EKA-ku berangkat dari terminal giwangan. Pukul 12, sampai di rumah makan DUTA, Ngawi. Baru pukul 2 lewat, aku turun di Kertosono. Syahdan, ada bis trenggalek ngetem. Langsung saja aku naik tanpa ba bi bu. Lama aku menunggu kapan bis berangkat, aku sudah muak dengan asap rokok orang orang di depanku. Agh. Rupanya, bis ini ngetemnya lama, tapi jalannya ngebut banget, alhamdulillah, biar cepet nyampe. Nah, jam empat kurang, akhirnya aku menghirup udara rumah, setelah dijemput abii di terminal.

Lalu cepat saja, tiba tiba hari jumat datang. Pukul 1.12 dini hari, aku bangun gara gara bibirku jontor gede entah apa yang gigit. Udah kaya korban bom kata umii. Kami mulai bingung, apakah aku harus pulang sekarang atau besok, naik bis apa diantar abi, kalo misalnya besok bearti harus ijin musrifah, kalo naik bis bearti motornya kapan dikirim, kalo ga sekarang takutnya abi bakal susah nentuin waktu longgar, kalo sekarang, abi sedikit ga enak badan karena Baca lebih lanjut

kata pertama

Bismillahirrahmanirrahim..

Saya resmikan blog ini sebagai hunian maya saya berikutnya.

Dengan saksi malaikat pencatat amal di sebelah saya, rakib dan atid, pengikut saya kemanamana.

Pinginnya sih malaikat atid libur aja, ato izin kenapa gitu, bolos juga boleh.. tapi sayang saya bukan bosnya, yakin malaikat atid  ga bakal nurut sama saya. Yang bisa saya lakukan Cuma ngasih pensil khusus malaikat atid biar tulisan amalan buruk saya bisa saya hapus tanpa bekas. Tapi kayaknya karena zaman sudah canggih, mungkin malaikat udah bawa bb atau tablet. Jadi yang harus saya lakukan adalah menyewa hacker -tentunya dengan akad ijarah- untuk membuat  virus yang bisa langsung menginfeksi gadget pencatat amalnya dengan perantara udara dan seketika merusak data-datanya tentang kemaksyiatan dan energi negatif (eneg) saya. Saya takut kalo di padang mahsyar bakal nerima buku akumulasi amal saya dari kiri atau dari belakang garagara amal baik saya ternyata kalah jumlah dibanding amal buruk saya.

Karena saya tau semua itu fiktif bin khayalan belaka, yang benar benar bisa saya dan kamu lakukan saat ini di dunia nyata adalah menghindari maksyiat, besar maupun kecil, biar malaikat atid suwunk ngga ada yang perlu ditulis. Serta memperbanyak amalan berpahala nan berenergsi positif (epos). Harus ada nilainya karena Allah, karena yang namanya idrak sillah billah itu harus ada setiap saat dengan setia. Rugi dong,kalo samasama ngabisin masa hidup tapi nggak dicatat berpahala.

Udah ah, prolognya kepanjangan.

insyaAllah blog ini akan berisi tsaqafah-tsaqafah islam yang saya dapat, tentang kuliah, tentang pembumian ekonomi islam maupun islam keseluruhan, tentang kristalisasi pemikiran dan pentajassudan mabda islam, tentang harakah, juga apa saja yang ada di benak dan pikiran saya. Bagi saya hunian ini sebagai tempat saya berfikir, merenung, mengingat, berbagi, bermimpi, bercerita, dan beropini. Semua dalam satu kerangka, dakwah islam. insyaAllah.

Sebelumnya saya blogging di multiply,n sekarang ngungsi ke wordpress setelah sebelumnya bingung menentukan pilihan antara si blogspot dan si wordpress. Alhasil dengan berbagai pertimbangan jadilah pilihan saya jatuh disini. Meskipun ngga pake shalat istikharah.

Mudah-mudahan saya bisa sering-sering nulis kayak jeng armala di ujung sana. Hehe.

Semoga bermanfaat. Buat yang baca dan yang nulis. Amiin. Hwaiting!!